Cepat Tepat dan Akurat


Saturday, June 27, 2026

Sehari Menjadi Anak Polisi, bersama Polres Musi Rawas


 

Sumsel,PWO- Polisi Wanita Polres Musi Rawas gelorakan Sehari Menjadi Anak Polisi, melalui permainan tradisional anak-anak yang digelar saat olahraga bersama sabuk kamtibmas di halaman Polres Musi Rawas, 27 Juni 2026.


Kegiatan yang dilaksanakan oleh Polwan bersama Pengurus Bhayangkari Cabang Musi Rawas ini tampak meriah, banyak anak usia dini yang ikut perlombaan lari kelereng, makan kerupuk, memasukan paku kedalam botol dan permainan lainnya.


Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta menjelaskan, konsep sehari menjadi anak polisi ini, untuk mendekatkan anak usia dini dengan Polri.


"Anak usia dini, yang termasuk dalam sabuk kamtibmas, ada dari Fatayat, Ansor, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Pemuda Pancasila, Batak Bersatu, Ngapak, Ponsyandu, OKP dan kelompok masyarakat, ikut berbagai permainan anak, menang kalah tetap kita beri hadiah, walau hanya makanan ringan, jelas Kapolres.


Harapan Kapolres, "Semoga melalui kegiatan ini, anak usia dini bisa merasakan jadi anak polisi, membaur dengan polisi dan tentunya tidak takut lagi sama Polisi" jelas Kapolres tersenyum.

Share:

Lepas Burung Merpati, Sabuk Kamtibmas Harapkan Musi Rawas terus aman dan kondusif.


 

Sumsel,PWO- Burung Merpati simbol kebebasan komponen masyarakat kabupaten dari gangguan kamtibmas.


Pada pergelaran Bhayangkara fest Polres Musi Rawas dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Polres Musi Rawas, di Muara Beliti (27/06/2026) ada sesuatu hal yang menarik.


Terlihat Komponen masyarakat baik dari Unsur TNI Polri, jajaran Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, OKP, Senkom, Pemuda Pancasila, Karang Taruna, Komunitas Satpam, Komunitas Mobile Legend, Wartawan secara serentak melepaskan burung merpati.


Saat dikonfirmasi, KH. Munir Fatoni selaku Ketua NU Musi Rawas didampingi AKBP Agung Adhitya Prananta Kapolres Musi Rawas menyampaikan,


"Bismillahirohmannirohim, melepaskan burung merpati merupakan simbol bahwa Kabupaten Musi Rawas bebas dari berbagai gangguan kamtibmas dan bencana, kami niatkan bersama-sama sabuk kamtibmas lainnya untuk menjaga itu" jelas KH. Munir.


Ditempat yang sama, Kapolres Musi Rawas menyampaikan ucapan terima kasih kepada sabuk kamtibmas kabupaten Musi Rawas yang hadir dalam acara olahraga bersama di Polres Musi Rawas, harapannya


"Mudah-mudahan, Kabupaten Musi Rawas terus aman, masyarakatnya saling dukung untuk mewujudkan nyago musi rawas, nyago bumi sriwijaya" jelas Kapolres.

Share:

Jajanan Pasar dalam Harmoni Bhayangkara: Merajut Kedekatan lewat Kuliner Tradisional Musi Rawas


 

MUSI RAWAS,PWO– Suasana halaman Mapolres Musi Rawas pada Sabtu pagi, 27 Juni 2026, terasa begitu hangat dan berbeda dari biasanya. Ratusan pasang mata tertuju pada barisan stan kuliner yang menyajikan aroma menggugah selera. Di tengah semangat perayaan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Musi Rawas tidak sekadar menggelar olahraga bersama, melainkan merajut harmoni dengan masyarakat melalui sajian kuliner tradisional.


​Sejak pukul 06.30 WIB, keluarga besar Polres Musi Rawas tampak membaur dengan warga dan tamu undangan. Menariknya, kegiatan ini menjadi ajang "pesta rakyat" kecil-kecilan. Aneka jajanan pasar dan kuliner lokal seperti bakso, bubur ayam,Lontong Sayur, siomay, lakso, hingga mi ayam tersaji rapi. Tak ketinggalan, penganan tradisional berupa rebusan pisang, jagung, dan kacang tanah menambah kesan nostalgia yang kental, menjadi simbol kesederhanaan dan kedekatan Polri dengan akar rumput.


​Olahraga bersama yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran ini, bertransformasi menjadi ruang silaturahmi yang akrab. Tidak ada sekat antara aparat dan warga; semuanya duduk bersama, menikmati hidangan lokal, dan larut dalam suasana penuh kekeluargaan.

​Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pelibatan pelaku UMKM dalam rangkaian Hari Bhayangkara ini merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

​"Kami sengaja mengundang para pedagang jajanan pasar dan pelaku UMKM lokal untuk hadir langsung di tengah-tengah kegiatan kami. Hari Bhayangkara ke-80 ini adalah momentum bagi Polri untuk tidak hanya hadir sebagai pelindung, tetapi juga sebagai motor penggerak bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat. Dengan mempromosikan kuliner tradisional Musi Rawas, kami berharap UMKM kita semakin dikenal luas dan pendapatannya meningkat, sekaligus menjaga warisan kuliner lokal tetap lestari," ujar AKBP Agung Adhitya Prananta di sela-sela kegiatan.


​Apresiasi dari Pelaku UMKM

​Kehadiran para pedagang kuliner ini disambut dengan antusiasme tinggi. Salah satu pedagang yang turut serta, Ibu Siti, merasa sangat terbantu dengan inisiatif yang diambil oleh Polres Musi Rawas.

​"Kami merasa sangat dihargai dan diayomi. Undangan dari Bapak Kapolres ini benar-benar membawa berkah bagi kami para pedagang kecil. Jarang sekali ada kegiatan formal yang justru merangkul kami secara langsung seperti ini. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Polres Musi Rawas; selain bisa berjualan, kami juga merasa menjadi bagian dari keluarga besar Polri. Semoga Polri semakin jaya dan terus dicintai masyarakat," ungkapnya dengan nada haru.


​Melalui sinergi antara gaya hidup sehat melalui olahraga dan dukungan terhadap ketahanan ekonomi lokal, perayaan Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Musi Rawas menjadi pengingat bahwa di balik seragam yang kokoh, terdapat kepedulian tulus untuk terus merajut keharmonisan bersama masyarakat Musi Rawas.

Share:

Sinergi Polres Musi Rawas, Stakeholder, dan Warga dalam Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-80


 

​Musi Rawas,PWO – Semangat kebersamaan menyelimuti Mapolres Musi Rawas saat fajar menyingsing. Sebanyak lebih dari 1.500 peserta memadati area Mapolres untuk mengikuti kegiatan Jalan Sehat dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. 


Kegiatan ini menjadi momentum akbar yang merefleksikan kuatnya sinergi antara Polri, seluruh stakeholder, dan lapisan masyarakat Musi Rawas.

​Lebih dari sekadar partisipan, ribuan orang yang hadir merupakan bagian integral dari "Sabuk Kamtibmas"—sebuah jejaring solid yang menjadi garda terdepan dalam mendukung penuh program unggulan Kapolres Musi Rawas, yakni "Nyago Musi Rawas". Program ini bukan hanya sekadar slogan, melainkan napas baru dalam menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, dan penuh kekeluargaan di Kabupaten Musi Rawas.


​Kehadiran lintas elemen—mulai dari ASN Pemda Musi Rawas, kesatria Batalyon TP Pangeran Amin Muara Beliti, Pemuda Pancasila, OKP, warga Nahdlatul Ulama, rekan media, Warga Ngapak, Lapas Musi Rawas, BNNK, hingga seluruh keluarga besar Polres Musi Rawas—menegaskan bahwa "Sabuk Kamtibmas" telah menjadi kekuatan kolektif yang siap menjaga Bumi Lan Serasan Sekantenan.


​Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan nyata seluruh pihak:

​"Jalan sehat hari ini adalah simbolisasi dari langkah kita bersama yang seirama. Melihat antusiasme lebih dari 1.500 anggota 'Sabuk Kamtibmas' hari ini, saya merasa optimis bahwa program 'Nyago Musi Rawas' akan semakin kuat dalam mewujudkan ketentraman yang hakiki.


​Sinergi antara Polres, stakeholder, dan seluruh warga adalah kunci. Kita tidak hanya sedang merayakan Hari Bhayangkara ke-80, tetapi kita sedang memperkokoh fondasi kebersamaan untuk menghadapi tantangan keamanan ke depan. Terima kasih kepada seluruh elemen yang telah hadir dan berkomitmen menjadi bagian dari 'Sabuk Kamtibmas'. Mari kita terus bergandengan tangan, menjaga Musi Rawas tetap damai, aman, dan sejahtera untuk kita semua."

Share:

Panggung Kebersamaan: Merajut Harmoni dan Sukacita Rakyat di Hari Bhayangkara ke-80


 

​Musi Rawas-PWO, Tidak ada lagi sekat formalitas yang membatasi. Tepat pukul 08.00 WIB, Mapolres Musi Rawas bertransformasi menjadi panggung rakyat yang hangat dan penuh sukacita. Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Musi Rawas menggelar Hiburan Rakyat sebagai wujud syukur dan persembahan tulus bagi seluruh masyarakat serta stakeholder yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menjaga kedamaian Bumi Lan Serasan Sekantenan.


​Kegiatan ini menjadi momen reflektif sekaligus perayaan bagi keluarga besar Polres Musi Rawas bersama elemen masyarakat—mulai dari Pemda, TNI, tokoh agama, OKP, hingga komunitas warga. Alunan musik dan keceriaan yang tercipta bukan sekadar hiburan, melainkan cerminan kekompakan internal kepolisian yang bersenyawa dengan denyut nadi warga. 


Di hari ini, seluruh rutinitas kerja, tugas lapangan yang melelahkan, dan dinamika pelayanan publik sejenak dikesampingkan. Seluruh hadirin melebur dalam kegembiraan, mempererat tali silaturahmi yang menjadi fondasi kokoh bagi keamanan wilayah yang berkelanjutan.

​Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi yang tulus serta pesan hangat bagi seluruh pihak yang hadir:

​"Hiburan rakyat ini adalah bentuk terima kasih kami yang terdalam kepada seluruh masyarakat Musi Rawas dan stakeholder terkait. Selama ini, Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian telah menjadi mitra terbaik kami dalam setiap langkah menjaga kamtibmas. Kehadiran Anda semua di sini adalah anugerah, dan kekompakan yang kita tunjukkan hari ini membuktikan bahwa kita adalah satu keluarga besar yang saling mendukung.


​Setelah sekian lama kita bergelut dengan rutinitas kerja yang padat dan tanggung jawab yang berat, mari kita ambil waktu sejenak untuk beristirahat. Lepaskan penat, nikmati kebersamaan ini, dan biarkan kegembiraan hari ini mengisi kembali energi kita. Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen yang telah hadir. Mari kita rayakan Hari Bhayangkara ke-80 ini dengan semangat persaudaraan yang baru, karena sejatinya, keamanan Musi Rawas adalah hasil dari sinergi kita yang harmonis dan penuh rasa kekeluargaan."


Suara Hati Warga: Apresiasi untuk Polri

​Kebahagiaan yang terpancar di wajah para hadirin mewakili kedekatan emosional yang terbangun. Bapak Amin, salah satu warga yang hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan rasa terima kasih dan kekagumannya atas inisiatif Polres Musi Rawas


​"Saya mewakili warga merasa sangat terhormat dan senang bisa diundang langsung untuk merayakan Hari Bhayangkara di sini. Senang sekali kita bisa melihat sisi humanis kepolisian seakrab ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, yang telah merangkul kami, warga biasa, untuk ikut bergembira bersama dalam suasana yang begitu cair dan merakyat. Acara ini benar-benar membuat kami merasa dekat dengan polisi, seolah tidak ada jarak. Semoga Polri, khususnya Polres Musi Rawas, semakin sukses dan terus dicintai oleh masyarakat."

Share:

Friday, June 26, 2026

JAKUMDU Jadi Wajah Baru Pelayanan Hukum di Musi Rawas, Kejari Luncurkan 5 Inovasi Unggulan untuk Cegah Korupsi dan Layani Masyarakat


Musi Rawas,PWO- Kejaksaan Negeri Musi Rawas terus membuktikan bahwa penegakan hukum tidak hanya identik dengan proses penindakan, tetapi juga harus diiringi pelayanan publik yang inovatif, mudah diakses, dan berpihak kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penerangan Hukum bertema JAKUMDU (Jaringan Hukum Terpadu) yang digelar pada Kamis (25/6/2026).


Melalui forum tersebut, Kejari Musi Rawas memperkenalkan lima inovasi unggulan yang menjadi bagian dari transformasi pelayanan hukum. Kelima inovasi ini dirancang untuk memperkuat fungsi pencegahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.


Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas menegaskan bahwa JAKUMDU merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan hukum yang lebih modern dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital.


"Melalui kegiatan penerangan hukum ini, kami ingin memastikan bahwa pelayanan Kejaksaan semakin mudah diakses, transparan, akuntabel, serta benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat," ungkapnya.

Inovasi pertama yang diperkenalkan adalah CEKALIN (Cegah Korupsi Lewat Intelijen). Program ini mengedepankan fungsi intelijen sebagai garda terdepan dalam mendeteksi potensi penyimpangan sebelum berkembang menjadi tindak pidana korupsi. Dengan langkah preventif tersebut, Kejaksaan berharap tercipta tata kelola pemerintahan yang semakin bersih, profesional, dan berintegritas.


Tak hanya fokus pada pencegahan korupsi, Kejari Musi Rawas juga menghadirkan LARUTAN (Layanan Elektronik Besuk Tahanan). Inovasi ini mempermudah keluarga tahanan melakukan komunikasi maupun kunjungan melalui sistem elektronik yang lebih tertib, efisien, aman, dan terdokumentasi dengan baik.


Selanjutnya, masyarakat kini memiliki akses lebih mudah untuk menyampaikan laporan melalui SIPADUKA (Sistem Pelaporan dan Pengaduan Masyarakat). Sistem ini menjadi kanal resmi yang memungkinkan masyarakat memberikan laporan, pengaduan, maupun informasi secara cepat, mudah, dan terintegrasi sebagai bentuk partisipasi aktif dalam mendukung penegakan hukum.


Di bidang pengawasan anggaran, Kejari Musi Rawas menghadirkan SIPANDA (Sistem Informasi Pengendalian Pendampingan Belanja Daerah). Inovasi ini berfungsi mengawal penggunaan anggaran pemerintah daerah agar tetap sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga pembangunan dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan akuntabel.


Sementara itu, inovasi yang paling menyentuh kebutuhan masyarakat adalah PAIS BAUNG (Pelayanan Antar Gratis Barang Bukti Tanpa Pungutan). Melalui layanan ini, masyarakat dapat memperoleh kembali barang bukti miliknya secara cepat, transparan, tanpa dipungut biaya, bahkan dapat diantarkan sesuai prosedur yang berlaku. Program ini menjadi bukti bahwa pelayanan Kejaksaan kini semakin sederhana, mudah, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.


Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas berharap kehadiran JAKUMDU mampu memperkuat sinergi antara Kejaksaan, Pemerintah Daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menciptakan pelayanan hukum yang profesional serta berorientasi pada kepentingan publik.


Menurutnya, keberhasilan berbagai inovasi tersebut tidak terlepas dari dukungan masyarakat. Karena itu, Kejaksaan membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan kritik, saran, maupun masukan demi penyempurnaan pelayanan.


"Partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam mendukung keberhasilan berbagai inovasi pelayanan yang telah dikembangkan. Melalui masukan, pertanyaan, dan keterlibatan masyarakat, kami dapat terus melakukan penyempurnaan sehingga layanan yang diberikan semakin efektif, tepat guna, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas.


Melalui JAKUMDU, Kejaksaan Negeri Musi Rawas kembali menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan hukum yang berintegritas, profesional, dan humanis. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung terwujudnya pemerintahan yang bersih, transparan, bebas korupsi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan.


Dengan semangat "Melayani dengan Integritas, Profesionalisme, dan Humanisme," Kejaksaan Negeri Musi Rawas optimistis lima inovasi unggulan tersebut akan menjadi fondasi pelayanan hukum yang lebih modern, adaptif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Musi Rawas.


Kegiatan penerangan hukum ini turut dikoordinasikan oleh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Musi Rawas, Rio Purnama, S.H., M.H., sebagai bagian dari upaya memperkuat edukasi hukum dan membangun budaya sadar hukum di tengah masyarakat. (rls)

Share:

Dugaan Penyimpangan Dana BOS SD dan SMP Musi Rawas Naik Ke Tahap Penyidikan


MUSIRAWAS,PWO - Kejaksaan Negeri Musi Rawas resmi meningkatkan penanganan kasus dugaan penyimpangan dana BOS pada belanja papan bagan narkotika pada SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas tahun anggaran 2025 dari tahap penyelidikan naik ke tahap penyidikan.


Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas, Dr Ema Siti Huzaemah Ahmad SH,MH melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Imam Murtadlo,SH,MH membenarkan hal tersebut. 


"Benar, dugaan penyimpangan dana BOS pada belanja papan bagan narkotika SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas tahun anggaran 2025 saat ini sudah memasuki tahapan penyidikan, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas nomor: PRINT-01/L.6.25/Fd.2/05/2026", ujar Imam Murtadlo kepada wartawan Kamis (25/6/2026).


Dijelaskan, saat ini masih berproses dengan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan dan melakukan koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menghitung kerugian negara. 


“Mohon dukungan dan kerjasama dari rekan-rekan media untuk kami dapat bekerja dengan baik dan mengungkap kasus ini”,pungkasnya.


Sebagaimana diketahui, belanja spanduk atau baleho papan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika yang dianggarkan menggunakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama dalam wilayah kabupaten Musi Rawas diduga menyimpang dan menjadi ajang bancakan.


Untuk membeli barang alat peraga sekolah berupa baliho P4GN, kepala sekolah harus mengeluarkan dana sebesar Rp 2.750.000 (Dua Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) untuk empat buah baliho ukuran sekitar 80cm x 120cm per pcs.


Sejumlah Kepala Sekolah baik SD maupun SMP kepada wartawan menuturkan, pembelian 4pcs baliho sosialisasi P4GN menggunakan dana BOS dan masuk dalam RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) melalui SIPlah (Sistem Pengadaan Sekolah/online marketplace) yang patut diduga telah ditentukan/ditunjuk.


Dugaan ini bukan tak berdasar, mengingat Ratusan Sekolah baik SD maupun SMP dalam wilayah Kabupaten Musirawas belanja di Toko atau tempat yang sama, sekalipun melalui marketplace secara online. (ica)

Share:

Jaga Komunikasi Jangka Panjang dan Berikan Tali Asih, Kapolres Lubuklinggau Anjangsana Kekediaman Senior Polri


LUBUK LINGGAU,PWO – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Lubuk Linggau Polda Sumatera Selatan menggelar kegiatan anjangsana ke kediaman para Purnawirawan Polri dan Warakawuri pada Jumat (26/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menjaga tali silaturahmi sekaligus bentuk penghormatan atas dedikasi yang telah diberikan oleh para senior Korps Bhayangkara.


Kegiatan anjangsana ini dipimpin langsung oleh Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi, dengan didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Lubuk Linggau. Turut serta dalam rombongan tersebut sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Lubuk Linggau, personel kedinasan, serta pengurus Bhayangkari. Rombongan secara resmi bertolak (*start*) dari Rumah Dinas Kapolres Lubuk Linggau sebelum menuju ke lokasi sasaran.


Menyambangi Empat Lokasi Kediaman Senior Polri


Dalam peninjauan dinas kali ini, Kapolres bersama rombongan menyambangi empat lokasi kediaman Purnawirawan dan Warakawuri yang berada di wilayah hukum Kota Lubuk Linggau. Di setiap lokasi, kehadiran rombongan disambut dengan suasana hangat dan penuh rasa kekeluargaan.


Adapun empat lokasi yang dikunjungi dalam kegiatan anjangsana ini meliputi:


1. Kediaman Kapten Pol (Purn) Padang Siregar, yang beralamatkan di Jalan Kemang II, RT 05, No 36, Kelurahan Watervang.

2. Kediaman Serma Subadio, yang beralamatkan di Jalan Mawar Merah, Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II.

3. Kediaman Kapten H.M. Zawawi Syukur, yang berada di wilayah Kelurahan Pasar Satelit.

4. Kediaman Ibu Amir (Warakawuri), yang beralamatkan di Jalan Apel, Kelurahan Watervang.


Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Adithia Bagus Arjunadi, mengungkapkan bahwa kegiatan anjangsana ini bukan sekadar pemenuhan agenda seremonial tahunan belaka. Lebih dari itu, kegiatan ini memiliki nilai filosofis yang mendalam sebagai bentuk pengakuan dan penghormatan setinggi-tingginya dari generasi penerus Polri terhadap para pejuang yang telah meletakkan fondasi keamanan di wilayah Lubuk Linggau.


"Purnawirawan dan Warakawuri adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar Polri. Pengabdian dan pemikiran yang telah mereka berikan di masa lalu merupakan bagian penting dari kemajuan institusi saat ini. Melalui anjangsana dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin memastikan bahwa hubungan emosional dan komunikasi dengan para senior tetap terjaga dengan baik," ujar AKBP Adithia Bagus Arjunadi.


Sebagai wujud perhatian dan kepedulian sosial, dalam kesempatan tersebut Kapolres bersama Ketua Bhayangkari juga menyerahkan bingkisan tali asih kepada para Purnawirawan dan Warakawuri. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat serta menjadi penyemangat bagi para senior dalam menjalani masa purnabakti.


Sementara itu, para Purnawirawan dan Warakawuri yang dikunjungi menyampaikan rasa haru dan terima kasih yang mendalam atas perhatian yang terus diberikan oleh jajaran Polres Lubuk Linggau. Mereka mendoakan agar di usia yang ke-80 ini, institusi Polri, khususnya Polres Lubuk Linggau, dapat semakin profesional, presisi, dan selalu dicintai oleh masyarakat dalam menjalankan tugasnya.

Share:

Momentum Menghidupkan Syiar Islam di Bulan Mulia, Gelar Doa Bersama dan Penyerahan Tali Asih


LUBUK LINGGAU,PWO – Memasuki momentum sakral bulan Muharram 1448 Hijriah, Yayasan Pondok Al-Fatih Kota Lubuk Linggau menggelar kegiatan kerohanian berupa Santunan dan Doa Bersama Anak Yatim, Piatu, serta Dhuafa pada Kamis malam (25/6/2026). Kegiatan religius ini dipusatkan di markas yayasan yang beralamatkan di Jalan Kalur, RT 10, Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II.


Acara yang berlangsung penuh khidmat ini dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Pondok Al-Fatih Kyai Anisul Fuad, S.Ag., Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi, Kapolsek Lubuk Linggau Selatan Iptu Dedi Ardiyanto, Kasat Samapta AKP Subardi, serta Kasat Binmas AKP Nyoman Sutisna.


Turut hadir dari unsur pemerintah daerah dan kewilayahan, antara lain Camat Lubuk Linggau Selatan II Sdri. Widiya Wulan Dari, Lurah Marga Rahayu Sdr. Sudarso, serta para tokoh agama dan tamu undangan kemasyarakatan yang berjumlah kurang lebih 50 orang.


Kegiatan doa bersama dan penyerahan tali asih ini diinisiasi sebagai wujud nyata dalam menghidupkan syiar Islam di bumi Silampari, sekaligus memanifestasikan keutamaan bulan Muharram yang dikenal sebagai bulannya anak yatim. Bertepatan dengan hari Asyura, jajaran Polres Lubuk Linggau bersama pihak yayasan ingin mengetuk pintu langit melalui lantunan doa keselamatan bangsa yang dipimpin oleh para santri dan anak-anak yatim.


Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Pondok Al-Fatih, Kyai Anisul Fuad, S.Ag., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kehadiran serta kepedulian yang ditunjukkan oleh jajaran kepolisian dan pemerintah kecamatan. Sinergi ini dinilai menjadi potret indah hubungan umara (pemimpin) dan ulama dalam memperhatikan kesejahteraan mental serta sosial anak-anak yang kehilangan orang tua.


Penyaluran Santunan untuk 50 Penerima Manfaat


Sebagai puncak acara, Kapolres Lubuk Linggau bersama Ketua Yayasan dan unsur Forkopimcam menyerahkan santunan secara langsung kepada 50 orang penerima manfaat yang berhak. Bantuan tersebut disalurkan dengan rincian peruntukan bagi 40 anak yatim dan piatu, serta 10 orang warga dhuafa prasejahtera yang tinggal di lingkungan sekitar pondok pesantren.


Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Adithia Bagus Arjunadi, mengungkapkan bahwa kehadiran Polri dalam ruang-ruang keagamaan seperti ini merupakan komitmen jangka panjang untuk selalu dekat dan hadir di tengah-tengah masyarakat.


"Bulan Muharram membawa pesan kepedulian sosial yang sangat kuat. Melalui doa bersama anak-anak kita yang mulia ini, kami berharap wilayah hukum Kota Lubuk Linggau selalu diberkahi dengan keamanan, ketertiban, dan kedamaian. Santunan ini mungkin tidak seberapa, namun ini adalah bentuk kasih sayang dan tanggung jawab moril kami untuk memastikan mereka terus tersenyum dan bersemangat meraih cita-cita," pungkas AKBP Adithia Bagus Arjunadi.


Acara ritual keagamaan tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan diwarnai suasana penuh haru saat prosesi penyerahan santunan berlangsung. Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama seluruh jajaran pengurus, pejabat dinas, serta anak-anak yatim binaan Yayasan Al-Fatih.

Share:

Rumah Kades di Muara Kelingi Ludes Terbakar, Kapolres Musi Rawas Ingatkan Bahwa Instalasi Listrik Harus Sesuai SNI


MUSI RAWAS,PWO – Sebuah rumah milik Kepala Desa Tugu Sempurna, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas, hangus dilalap si jago merah pada Kamis (25/6/2026) malam sekitar pukul 20.15 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.


Rumah yang terbakar diketahui merupakan milik Muhlasin, Kepala Desa Tugu Sempurna. Saat kebakaran terjadi, Muhlasin bersama istri dan anaknya sedang menghadiri kegiatan yasinan di rumah keluarga yang berjarak sekitar 500 meter dari kediamannya.


Di dalam rumah hanya terdapat menantunya, Debi Agustia Putri (18), bersama putrinya yang masih berusia delapan bulan. Saat hendak keluar dari kamar, Debi mendapati kobaran api telah membesar dan dengan cepat melahap bagian dalam rumah hingga ke atap.


Dalam kondisi panik, Debi memilih menyelamatkan diri bersama bayinya dengan keluar melalui jendela kamar. Keduanya berhasil selamat tanpa mengalami luka.


Warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, seperti ember, tangki elektrik, dan alat penyemprot air sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 WIB.


Kapolsek Muara Kelingi Iptu Hendra bersama personel segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi.


Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting arus listrik. Hingga saat ini, polisi belum menemukan adanya unsur kesengajaan maupun tindak pidana dalam peristiwa tersebut.


Imbauan Kapolres Musi Rawas


> Menyikapi insiden ini, Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.Hum., memberikan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama yang dipicu oleh korsleting listrik.


> "Kami mengingatkan warga untuk selalu memeriksa instalasi listrik di rumah secara berkala. Pastikan menggunakan kabel atau peralatan elektronik yang standar (SNI). Selain itu, cabut alat elektronik yang tidak digunakan dan jangan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong tanpa memeriksa kompor atau aliran listrik terlebih dahulu," ujar AKBP Agung Adhitya Prananta.

Akibat kebakaran itu, rumah mengalami kerusakan berat. Atap dan sebagian besar isi rumah tidak dapat diselamatkan. Sementara itu, keluarga Muhlasin untuk sementara mengungsi dan tinggal di rumah kerabat yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.


Pihak kepolisian menyatakan penyelidikan akan terus dilakukan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

Share:

Comments

Blog Archive