Cepat Tepat dan Akurat


Monday, June 29, 2026

Manifestasi Kesadaran Hukum dan Kemitraan Kamtibmas, Warga Serahkan Senpira


LUBUK LINGGAU,PWO – Keberhasilan pendekatan persuasif dan preventif kembali ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Lubuk Linggau Utara I Polres Lubuk Linggau Polda Sumatera Selatan dalam pelaksanaan Operasi Senjata Api (Senpi) Musi 2026. Sebagai wujud nyata meningkatnya kesadaran hukum masyarakat, seorang warga secara sukarela menyerahkan senjata api rakitan (senpira) beserta puluhan butir amunisi aktif pada Senin (22/6/2026).


Senjata api ilegal tersebut diserahkan langsung oleh seorang warga berinisial DI (40), yang tercatat sebagai penduduk Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuk Linggau Utara II, Kota Lubuk Linggau. Penyerahan barang bukti berbahaya tersebut diterima langsung oleh Kapolsek Lubuk Linggau Utara I, Iptu Sumardi Candra, di markas komando setempat.


Adapun barang bukti yang diserahkan dan diamankan oleh pihak kepolisian meliputi:


* 1 (satu) pucuk senjata api rakitan jenis revolver.

* 68 (enam puluh delapan) butir amunisi aktif dengan berbagai ukuran kaliber.


Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi, melalui Kapolsek Lubuk Linggau Utara I Iptu Sumardi Candra, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas tindakan berani dan kesadaran hukum yang ditunjukkan oleh Saudara DI. Langkah sukarela ini dinilai menjadi contoh baku bagi warga lainnya dalam upaya mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Bumi Silampari.


> "Kami sangat mengapresiasi kesadaran warga yang dengan sukarela menyerahkan senpi rakitan beserta amunisi ini. Ini adalah bukti nyata bahwa sosialisasi dan edukasi yang kami lakukan secara masif selama Operasi Senpi 2026 menyentuh hati masyarakat. Warga mulai menyadari bahwa menyimpan senjata api tanpa izin tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi memicu bahaya besar bagi keamanan lingkungan," ujar Iptu Sumardi Candra.


Tindakan Tegas dan Imbauan Kamtibmas Operasi Senpi 2026


Operasi Senpi 2026 yang digelar secara serentak oleh Polda Sumatera Selatan bertujuan untuk menekan angka kriminalitas, khususnya kejahatan jalanan yang menggunakan senjata api (curas atau aksi premanisme). Pihak kepolisian terus mengedepankan tindakan humanis melalui bhabinkamtibmas agar warga yang masih menguasai senpi ilegal tidak takut untuk menyerahkannya secara baik-baik.


Kapolsek kembali menegaskan dan mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Lubuk Linggau yang masih memiliki, menyimpan, atau menguasai senjata api rakitan maupun amunisi ilegal agar segera menyerahkannya kepada pihak kepolisian terdekat.


Pihak kepolisian menjamin bahwa warga yang menyerahkan senjata api secara sukarela dalam masa operasi ini tidak akan dikenakan sanksi pidana. Sebaliknya, bagi warga yang kedapatan atau terbukti menyimpan senpi ilegal melalui tindakan penegakan hukum (represif), maka akan diproses hukum secara tegas sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman pidana yang berat.


Saat ini, barang bukti satu pucuk senpira revolver dan 68 butir amunisi tersebut telah diamankan di Polsek Lubuk Linggau Utara I untuk selanjutnya dilakukan proses administrasi penyitaan dan pemusnahan sesuai dengan prosedur dinas yang berlaku.

Share:

Penutupan Event Bhayangkara Expresia 2026 Dimeriahkan Talenta Lokal hingga Artis Ibu Kota


LUBUK LINGGAU,PWO – Kemegahan rangkaian event akbar Bhayangkara Expresia 2026 dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 akhirnya mencapai puncaknya. Acara penutupan (closing ceremony) yang berlangsung spektakuler dan dihadiri ribuan masyarakat tersebut sukses digelar di Taman Olahraga Megang (TOM) Kota Lubuk Linggau pada Minggu malam (28/6/2026).


Malam puncak ini dihadiri langsung oleh Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi, Dandim 0406/MLM Letkol Inf Danny Steven Surbakti, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuk Linggau Ir. H. Trisko Defriyansa, Ketua Bhayangkari Cabang Lubuk Linggau Ny. Vany Adithia, Wakapolres Kompol M. Syamsul Zachri, segenap Pejabat Utama (PJU) Polres Lubuk Linggau, serta para peserta lomba yang telah berkompetisi.


Penutupan Resmi dan Apresiasi Generasi Emas Daerah


Prosesi penutupan event Bhayangkara Expresia 2026 dipimpin langsung oleh Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi dengan didampingi Wakapolres Kompol M. Syamsul Zachri. Momentum ini ditandai dengan pembagian piala, hadiah, serta penyerahan piagam penghargaan secara simbolis kepada para pemenang dan seluruh peserta yang telah menunjukkan sportivitas serta kreativitas tinggi sejak hari pertama.


Dalam sambutannya, Kapolres Lubuk Linggau menyatakan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, khususnya para pelajar tingkat SMA, yang telah menyukseskan pergelaran ini dengan energi yang positif.


"Bhayangkara Expresia 2026 bukan sekadar perayaan hari jadi ke-80 institusi Polri, melainkan sebuah komitmen nyata kami untuk menyediakan panggung positif bagi generasi muda di Bumi Silampari. Malam ini kita menyaksikan bahwa potensi, bakat, dan kreativitas anak-anak muda kita sangat luar biasa. Terima kasih atas sportivitas yang dijunjung tinggi, teruslah berkarya untuk bangsa," ujar AKBP Adithia Bagus Arjunadi.


Kemeriahan Panggung Hiburan: Dari Talenta Lokal hingga Artis Ibu Kota


Atmosfer di Taman Olahraga Megang semakin bergemuruh dan meriah saat panggung hiburan rakyat dimulai. Pihak panitia menyuguhkan tontonan musik yang apik untuk menghibur masyarakat Kota Lubuk Linggau yang memadati area tribun dan lapangan.


Kemeriahan malam penutupan diawali oleh penampilan energik dari talenta lokal berbakat, Mr. Acoy, yang sukses mencairkan suasana. Panggung kemudian diambil alih oleh Joe Arda yang membawakan deretan lagu dengan aksi panggung memukau, membuat ribuan penonton ikut bernyanyi bersama.


Puncak histeria penonton pecah saat bintang tamu utama (guest star) asal Ibu Kota, Mahen, naik ke atas panggung. Penyanyi solo yang populer dengan lagu-lagu hits romantisnya ini tampil memikat dan berhasil menyihir ribuan pasang mata melalui karakter vokalnya yang khas dan syahdu. Penampilan apik Mahen menjadi penutup yang manis sekaligus berkesan bagi seluruh rangkaian Bhayangkara Expresia 2026.


Sinergitas Kuat Demi Kamtibmas yang Kondusif


Kehadiran unsur pimpinan daerah, mulai dari Sekda Kota Lubuk Linggau hingga Dandim 0406/MLM, menegaskan solidnya sinergitas antara Polri, TNI, dan Pemerintah Kota dalam membina ruang publik yang aman dan produktif bagi masyarakat.


Hingga akhir acara menjelang tengah malam, seluruh rangkaian malam puncak penutupan Bhayangkara Expresia 2026 berjalan dengan sangat aman, tertib, dan kondusif berkat pengamanan ketat dari jajaran Polres Lubuk Linggau dan instansi terkait. Suksesnya event ini menjadi bukti nyata kedekatan humanis Polri yang selalu hadir dan berbaur di tengah masyarakat.

Share:

Saturday, June 27, 2026

Sehari Menjadi Anak Polisi, bersama Polres Musi Rawas


 

Sumsel,PWO- Polisi Wanita Polres Musi Rawas gelorakan Sehari Menjadi Anak Polisi, melalui permainan tradisional anak-anak yang digelar saat olahraga bersama sabuk kamtibmas di halaman Polres Musi Rawas, 27 Juni 2026.


Kegiatan yang dilaksanakan oleh Polwan bersama Pengurus Bhayangkari Cabang Musi Rawas ini tampak meriah, banyak anak usia dini yang ikut perlombaan lari kelereng, makan kerupuk, memasukan paku kedalam botol dan permainan lainnya.


Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta menjelaskan, konsep sehari menjadi anak polisi ini, untuk mendekatkan anak usia dini dengan Polri.


"Anak usia dini, yang termasuk dalam sabuk kamtibmas, ada dari Fatayat, Ansor, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Pemuda Pancasila, Batak Bersatu, Ngapak, Ponsyandu, OKP dan kelompok masyarakat, ikut berbagai permainan anak, menang kalah tetap kita beri hadiah, walau hanya makanan ringan, jelas Kapolres.


Harapan Kapolres, "Semoga melalui kegiatan ini, anak usia dini bisa merasakan jadi anak polisi, membaur dengan polisi dan tentunya tidak takut lagi sama Polisi" jelas Kapolres tersenyum.

Share:

Lepas Burung Merpati, Sabuk Kamtibmas Harapkan Musi Rawas terus aman dan kondusif.


 

Sumsel,PWO- Burung Merpati simbol kebebasan komponen masyarakat kabupaten dari gangguan kamtibmas.


Pada pergelaran Bhayangkara fest Polres Musi Rawas dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Polres Musi Rawas, di Muara Beliti (27/06/2026) ada sesuatu hal yang menarik.


Terlihat Komponen masyarakat baik dari Unsur TNI Polri, jajaran Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, OKP, Senkom, Pemuda Pancasila, Karang Taruna, Komunitas Satpam, Komunitas Mobile Legend, Wartawan secara serentak melepaskan burung merpati.


Saat dikonfirmasi, KH. Munir Fatoni selaku Ketua NU Musi Rawas didampingi AKBP Agung Adhitya Prananta Kapolres Musi Rawas menyampaikan,


"Bismillahirohmannirohim, melepaskan burung merpati merupakan simbol bahwa Kabupaten Musi Rawas bebas dari berbagai gangguan kamtibmas dan bencana, kami niatkan bersama-sama sabuk kamtibmas lainnya untuk menjaga itu" jelas KH. Munir.


Ditempat yang sama, Kapolres Musi Rawas menyampaikan ucapan terima kasih kepada sabuk kamtibmas kabupaten Musi Rawas yang hadir dalam acara olahraga bersama di Polres Musi Rawas, harapannya


"Mudah-mudahan, Kabupaten Musi Rawas terus aman, masyarakatnya saling dukung untuk mewujudkan nyago musi rawas, nyago bumi sriwijaya" jelas Kapolres.

Share:

Jajanan Pasar dalam Harmoni Bhayangkara: Merajut Kedekatan lewat Kuliner Tradisional Musi Rawas


 

MUSI RAWAS,PWO– Suasana halaman Mapolres Musi Rawas pada Sabtu pagi, 27 Juni 2026, terasa begitu hangat dan berbeda dari biasanya. Ratusan pasang mata tertuju pada barisan stan kuliner yang menyajikan aroma menggugah selera. Di tengah semangat perayaan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Musi Rawas tidak sekadar menggelar olahraga bersama, melainkan merajut harmoni dengan masyarakat melalui sajian kuliner tradisional.


​Sejak pukul 06.30 WIB, keluarga besar Polres Musi Rawas tampak membaur dengan warga dan tamu undangan. Menariknya, kegiatan ini menjadi ajang "pesta rakyat" kecil-kecilan. Aneka jajanan pasar dan kuliner lokal seperti bakso, bubur ayam,Lontong Sayur, siomay, lakso, hingga mi ayam tersaji rapi. Tak ketinggalan, penganan tradisional berupa rebusan pisang, jagung, dan kacang tanah menambah kesan nostalgia yang kental, menjadi simbol kesederhanaan dan kedekatan Polri dengan akar rumput.


​Olahraga bersama yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran ini, bertransformasi menjadi ruang silaturahmi yang akrab. Tidak ada sekat antara aparat dan warga; semuanya duduk bersama, menikmati hidangan lokal, dan larut dalam suasana penuh kekeluargaan.

​Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pelibatan pelaku UMKM dalam rangkaian Hari Bhayangkara ini merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

​"Kami sengaja mengundang para pedagang jajanan pasar dan pelaku UMKM lokal untuk hadir langsung di tengah-tengah kegiatan kami. Hari Bhayangkara ke-80 ini adalah momentum bagi Polri untuk tidak hanya hadir sebagai pelindung, tetapi juga sebagai motor penggerak bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat. Dengan mempromosikan kuliner tradisional Musi Rawas, kami berharap UMKM kita semakin dikenal luas dan pendapatannya meningkat, sekaligus menjaga warisan kuliner lokal tetap lestari," ujar AKBP Agung Adhitya Prananta di sela-sela kegiatan.


​Apresiasi dari Pelaku UMKM

​Kehadiran para pedagang kuliner ini disambut dengan antusiasme tinggi. Salah satu pedagang yang turut serta, Ibu Siti, merasa sangat terbantu dengan inisiatif yang diambil oleh Polres Musi Rawas.

​"Kami merasa sangat dihargai dan diayomi. Undangan dari Bapak Kapolres ini benar-benar membawa berkah bagi kami para pedagang kecil. Jarang sekali ada kegiatan formal yang justru merangkul kami secara langsung seperti ini. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Polres Musi Rawas; selain bisa berjualan, kami juga merasa menjadi bagian dari keluarga besar Polri. Semoga Polri semakin jaya dan terus dicintai masyarakat," ungkapnya dengan nada haru.


​Melalui sinergi antara gaya hidup sehat melalui olahraga dan dukungan terhadap ketahanan ekonomi lokal, perayaan Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Musi Rawas menjadi pengingat bahwa di balik seragam yang kokoh, terdapat kepedulian tulus untuk terus merajut keharmonisan bersama masyarakat Musi Rawas.

Share:

Sinergi Polres Musi Rawas, Stakeholder, dan Warga dalam Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-80


 

​Musi Rawas,PWO – Semangat kebersamaan menyelimuti Mapolres Musi Rawas saat fajar menyingsing. Sebanyak lebih dari 1.500 peserta memadati area Mapolres untuk mengikuti kegiatan Jalan Sehat dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. 


Kegiatan ini menjadi momentum akbar yang merefleksikan kuatnya sinergi antara Polri, seluruh stakeholder, dan lapisan masyarakat Musi Rawas.

​Lebih dari sekadar partisipan, ribuan orang yang hadir merupakan bagian integral dari "Sabuk Kamtibmas"—sebuah jejaring solid yang menjadi garda terdepan dalam mendukung penuh program unggulan Kapolres Musi Rawas, yakni "Nyago Musi Rawas". Program ini bukan hanya sekadar slogan, melainkan napas baru dalam menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, dan penuh kekeluargaan di Kabupaten Musi Rawas.


​Kehadiran lintas elemen—mulai dari ASN Pemda Musi Rawas, kesatria Batalyon TP Pangeran Amin Muara Beliti, Pemuda Pancasila, OKP, warga Nahdlatul Ulama, rekan media, Warga Ngapak, Lapas Musi Rawas, BNNK, hingga seluruh keluarga besar Polres Musi Rawas—menegaskan bahwa "Sabuk Kamtibmas" telah menjadi kekuatan kolektif yang siap menjaga Bumi Lan Serasan Sekantenan.


​Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan nyata seluruh pihak:

​"Jalan sehat hari ini adalah simbolisasi dari langkah kita bersama yang seirama. Melihat antusiasme lebih dari 1.500 anggota 'Sabuk Kamtibmas' hari ini, saya merasa optimis bahwa program 'Nyago Musi Rawas' akan semakin kuat dalam mewujudkan ketentraman yang hakiki.


​Sinergi antara Polres, stakeholder, dan seluruh warga adalah kunci. Kita tidak hanya sedang merayakan Hari Bhayangkara ke-80, tetapi kita sedang memperkokoh fondasi kebersamaan untuk menghadapi tantangan keamanan ke depan. Terima kasih kepada seluruh elemen yang telah hadir dan berkomitmen menjadi bagian dari 'Sabuk Kamtibmas'. Mari kita terus bergandengan tangan, menjaga Musi Rawas tetap damai, aman, dan sejahtera untuk kita semua."

Share:

Panggung Kebersamaan: Merajut Harmoni dan Sukacita Rakyat di Hari Bhayangkara ke-80


 

​Musi Rawas-PWO, Tidak ada lagi sekat formalitas yang membatasi. Tepat pukul 08.00 WIB, Mapolres Musi Rawas bertransformasi menjadi panggung rakyat yang hangat dan penuh sukacita. Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Musi Rawas menggelar Hiburan Rakyat sebagai wujud syukur dan persembahan tulus bagi seluruh masyarakat serta stakeholder yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menjaga kedamaian Bumi Lan Serasan Sekantenan.


​Kegiatan ini menjadi momen reflektif sekaligus perayaan bagi keluarga besar Polres Musi Rawas bersama elemen masyarakat—mulai dari Pemda, TNI, tokoh agama, OKP, hingga komunitas warga. Alunan musik dan keceriaan yang tercipta bukan sekadar hiburan, melainkan cerminan kekompakan internal kepolisian yang bersenyawa dengan denyut nadi warga. 


Di hari ini, seluruh rutinitas kerja, tugas lapangan yang melelahkan, dan dinamika pelayanan publik sejenak dikesampingkan. Seluruh hadirin melebur dalam kegembiraan, mempererat tali silaturahmi yang menjadi fondasi kokoh bagi keamanan wilayah yang berkelanjutan.

​Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi yang tulus serta pesan hangat bagi seluruh pihak yang hadir:

​"Hiburan rakyat ini adalah bentuk terima kasih kami yang terdalam kepada seluruh masyarakat Musi Rawas dan stakeholder terkait. Selama ini, Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian telah menjadi mitra terbaik kami dalam setiap langkah menjaga kamtibmas. Kehadiran Anda semua di sini adalah anugerah, dan kekompakan yang kita tunjukkan hari ini membuktikan bahwa kita adalah satu keluarga besar yang saling mendukung.


​Setelah sekian lama kita bergelut dengan rutinitas kerja yang padat dan tanggung jawab yang berat, mari kita ambil waktu sejenak untuk beristirahat. Lepaskan penat, nikmati kebersamaan ini, dan biarkan kegembiraan hari ini mengisi kembali energi kita. Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen yang telah hadir. Mari kita rayakan Hari Bhayangkara ke-80 ini dengan semangat persaudaraan yang baru, karena sejatinya, keamanan Musi Rawas adalah hasil dari sinergi kita yang harmonis dan penuh rasa kekeluargaan."


Suara Hati Warga: Apresiasi untuk Polri

​Kebahagiaan yang terpancar di wajah para hadirin mewakili kedekatan emosional yang terbangun. Bapak Amin, salah satu warga yang hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan rasa terima kasih dan kekagumannya atas inisiatif Polres Musi Rawas


​"Saya mewakili warga merasa sangat terhormat dan senang bisa diundang langsung untuk merayakan Hari Bhayangkara di sini. Senang sekali kita bisa melihat sisi humanis kepolisian seakrab ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, yang telah merangkul kami, warga biasa, untuk ikut bergembira bersama dalam suasana yang begitu cair dan merakyat. Acara ini benar-benar membuat kami merasa dekat dengan polisi, seolah tidak ada jarak. Semoga Polri, khususnya Polres Musi Rawas, semakin sukses dan terus dicintai oleh masyarakat."

Share:

Friday, June 26, 2026

JAKUMDU Jadi Wajah Baru Pelayanan Hukum di Musi Rawas, Kejari Luncurkan 5 Inovasi Unggulan untuk Cegah Korupsi dan Layani Masyarakat


Musi Rawas,PWO- Kejaksaan Negeri Musi Rawas terus membuktikan bahwa penegakan hukum tidak hanya identik dengan proses penindakan, tetapi juga harus diiringi pelayanan publik yang inovatif, mudah diakses, dan berpihak kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penerangan Hukum bertema JAKUMDU (Jaringan Hukum Terpadu) yang digelar pada Kamis (25/6/2026).


Melalui forum tersebut, Kejari Musi Rawas memperkenalkan lima inovasi unggulan yang menjadi bagian dari transformasi pelayanan hukum. Kelima inovasi ini dirancang untuk memperkuat fungsi pencegahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.


Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas menegaskan bahwa JAKUMDU merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan hukum yang lebih modern dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital.


"Melalui kegiatan penerangan hukum ini, kami ingin memastikan bahwa pelayanan Kejaksaan semakin mudah diakses, transparan, akuntabel, serta benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat," ungkapnya.

Inovasi pertama yang diperkenalkan adalah CEKALIN (Cegah Korupsi Lewat Intelijen). Program ini mengedepankan fungsi intelijen sebagai garda terdepan dalam mendeteksi potensi penyimpangan sebelum berkembang menjadi tindak pidana korupsi. Dengan langkah preventif tersebut, Kejaksaan berharap tercipta tata kelola pemerintahan yang semakin bersih, profesional, dan berintegritas.


Tak hanya fokus pada pencegahan korupsi, Kejari Musi Rawas juga menghadirkan LARUTAN (Layanan Elektronik Besuk Tahanan). Inovasi ini mempermudah keluarga tahanan melakukan komunikasi maupun kunjungan melalui sistem elektronik yang lebih tertib, efisien, aman, dan terdokumentasi dengan baik.


Selanjutnya, masyarakat kini memiliki akses lebih mudah untuk menyampaikan laporan melalui SIPADUKA (Sistem Pelaporan dan Pengaduan Masyarakat). Sistem ini menjadi kanal resmi yang memungkinkan masyarakat memberikan laporan, pengaduan, maupun informasi secara cepat, mudah, dan terintegrasi sebagai bentuk partisipasi aktif dalam mendukung penegakan hukum.


Di bidang pengawasan anggaran, Kejari Musi Rawas menghadirkan SIPANDA (Sistem Informasi Pengendalian Pendampingan Belanja Daerah). Inovasi ini berfungsi mengawal penggunaan anggaran pemerintah daerah agar tetap sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga pembangunan dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan akuntabel.


Sementara itu, inovasi yang paling menyentuh kebutuhan masyarakat adalah PAIS BAUNG (Pelayanan Antar Gratis Barang Bukti Tanpa Pungutan). Melalui layanan ini, masyarakat dapat memperoleh kembali barang bukti miliknya secara cepat, transparan, tanpa dipungut biaya, bahkan dapat diantarkan sesuai prosedur yang berlaku. Program ini menjadi bukti bahwa pelayanan Kejaksaan kini semakin sederhana, mudah, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.


Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas berharap kehadiran JAKUMDU mampu memperkuat sinergi antara Kejaksaan, Pemerintah Daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menciptakan pelayanan hukum yang profesional serta berorientasi pada kepentingan publik.


Menurutnya, keberhasilan berbagai inovasi tersebut tidak terlepas dari dukungan masyarakat. Karena itu, Kejaksaan membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan kritik, saran, maupun masukan demi penyempurnaan pelayanan.


"Partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam mendukung keberhasilan berbagai inovasi pelayanan yang telah dikembangkan. Melalui masukan, pertanyaan, dan keterlibatan masyarakat, kami dapat terus melakukan penyempurnaan sehingga layanan yang diberikan semakin efektif, tepat guna, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas.


Melalui JAKUMDU, Kejaksaan Negeri Musi Rawas kembali menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan hukum yang berintegritas, profesional, dan humanis. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung terwujudnya pemerintahan yang bersih, transparan, bebas korupsi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan.


Dengan semangat "Melayani dengan Integritas, Profesionalisme, dan Humanisme," Kejaksaan Negeri Musi Rawas optimistis lima inovasi unggulan tersebut akan menjadi fondasi pelayanan hukum yang lebih modern, adaptif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Musi Rawas.


Kegiatan penerangan hukum ini turut dikoordinasikan oleh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Musi Rawas, Rio Purnama, S.H., M.H., sebagai bagian dari upaya memperkuat edukasi hukum dan membangun budaya sadar hukum di tengah masyarakat. (rls)

Share:

Dugaan Penyimpangan Dana BOS SD dan SMP Musi Rawas Naik Ke Tahap Penyidikan


MUSIRAWAS,PWO - Kejaksaan Negeri Musi Rawas resmi meningkatkan penanganan kasus dugaan penyimpangan dana BOS pada belanja papan bagan narkotika pada SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas tahun anggaran 2025 dari tahap penyelidikan naik ke tahap penyidikan.


Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas, Dr Ema Siti Huzaemah Ahmad SH,MH melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Imam Murtadlo,SH,MH membenarkan hal tersebut. 


"Benar, dugaan penyimpangan dana BOS pada belanja papan bagan narkotika SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas tahun anggaran 2025 saat ini sudah memasuki tahapan penyidikan, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas nomor: PRINT-01/L.6.25/Fd.2/05/2026", ujar Imam Murtadlo kepada wartawan Kamis (25/6/2026).


Dijelaskan, saat ini masih berproses dengan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan dan melakukan koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menghitung kerugian negara. 


“Mohon dukungan dan kerjasama dari rekan-rekan media untuk kami dapat bekerja dengan baik dan mengungkap kasus ini”,pungkasnya.


Sebagaimana diketahui, belanja spanduk atau baleho papan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika yang dianggarkan menggunakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama dalam wilayah kabupaten Musi Rawas diduga menyimpang dan menjadi ajang bancakan.


Untuk membeli barang alat peraga sekolah berupa baliho P4GN, kepala sekolah harus mengeluarkan dana sebesar Rp 2.750.000 (Dua Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) untuk empat buah baliho ukuran sekitar 80cm x 120cm per pcs.


Sejumlah Kepala Sekolah baik SD maupun SMP kepada wartawan menuturkan, pembelian 4pcs baliho sosialisasi P4GN menggunakan dana BOS dan masuk dalam RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) melalui SIPlah (Sistem Pengadaan Sekolah/online marketplace) yang patut diduga telah ditentukan/ditunjuk.


Dugaan ini bukan tak berdasar, mengingat Ratusan Sekolah baik SD maupun SMP dalam wilayah Kabupaten Musirawas belanja di Toko atau tempat yang sama, sekalipun melalui marketplace secara online. (ica)

Share:

Jaga Komunikasi Jangka Panjang dan Berikan Tali Asih, Kapolres Lubuklinggau Anjangsana Kekediaman Senior Polri


LUBUK LINGGAU,PWO – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Lubuk Linggau Polda Sumatera Selatan menggelar kegiatan anjangsana ke kediaman para Purnawirawan Polri dan Warakawuri pada Jumat (26/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menjaga tali silaturahmi sekaligus bentuk penghormatan atas dedikasi yang telah diberikan oleh para senior Korps Bhayangkara.


Kegiatan anjangsana ini dipimpin langsung oleh Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi, dengan didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Lubuk Linggau. Turut serta dalam rombongan tersebut sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Lubuk Linggau, personel kedinasan, serta pengurus Bhayangkari. Rombongan secara resmi bertolak (*start*) dari Rumah Dinas Kapolres Lubuk Linggau sebelum menuju ke lokasi sasaran.


Menyambangi Empat Lokasi Kediaman Senior Polri


Dalam peninjauan dinas kali ini, Kapolres bersama rombongan menyambangi empat lokasi kediaman Purnawirawan dan Warakawuri yang berada di wilayah hukum Kota Lubuk Linggau. Di setiap lokasi, kehadiran rombongan disambut dengan suasana hangat dan penuh rasa kekeluargaan.


Adapun empat lokasi yang dikunjungi dalam kegiatan anjangsana ini meliputi:


1. Kediaman Kapten Pol (Purn) Padang Siregar, yang beralamatkan di Jalan Kemang II, RT 05, No 36, Kelurahan Watervang.

2. Kediaman Serma Subadio, yang beralamatkan di Jalan Mawar Merah, Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II.

3. Kediaman Kapten H.M. Zawawi Syukur, yang berada di wilayah Kelurahan Pasar Satelit.

4. Kediaman Ibu Amir (Warakawuri), yang beralamatkan di Jalan Apel, Kelurahan Watervang.


Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Adithia Bagus Arjunadi, mengungkapkan bahwa kegiatan anjangsana ini bukan sekadar pemenuhan agenda seremonial tahunan belaka. Lebih dari itu, kegiatan ini memiliki nilai filosofis yang mendalam sebagai bentuk pengakuan dan penghormatan setinggi-tingginya dari generasi penerus Polri terhadap para pejuang yang telah meletakkan fondasi keamanan di wilayah Lubuk Linggau.


"Purnawirawan dan Warakawuri adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar Polri. Pengabdian dan pemikiran yang telah mereka berikan di masa lalu merupakan bagian penting dari kemajuan institusi saat ini. Melalui anjangsana dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin memastikan bahwa hubungan emosional dan komunikasi dengan para senior tetap terjaga dengan baik," ujar AKBP Adithia Bagus Arjunadi.


Sebagai wujud perhatian dan kepedulian sosial, dalam kesempatan tersebut Kapolres bersama Ketua Bhayangkari juga menyerahkan bingkisan tali asih kepada para Purnawirawan dan Warakawuri. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat serta menjadi penyemangat bagi para senior dalam menjalani masa purnabakti.


Sementara itu, para Purnawirawan dan Warakawuri yang dikunjungi menyampaikan rasa haru dan terima kasih yang mendalam atas perhatian yang terus diberikan oleh jajaran Polres Lubuk Linggau. Mereka mendoakan agar di usia yang ke-80 ini, institusi Polri, khususnya Polres Lubuk Linggau, dapat semakin profesional, presisi, dan selalu dicintai oleh masyarakat dalam menjalankan tugasnya.

Share:

Comments

Blog Archive