Cepat Tepat dan Akurat


Friday, March 13, 2026

Kebijakan WFH Tidak Menjadi Penghalang Bagi Masyarakat Untuk Mendapatkan Layanan Kependudukan


MUSIRAWAS,PWO - Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dipastikan tetap berjalan dan tidak tutup meskipun diterapkan kebijakan Work From Home (WFH), dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.


Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), WFH bukan berarti libur, melainkan pengalihan metode pelayanan menjadi daring (online) untuk memastikan administrasi kependudukan tetap terlayani tanpa tatap muka. 


Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Musi Rawas (Mura), memastikan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat tetap berjalan meskipun sebagian pegawai menerapkan sistem Work From Home (WFH) di Momen Hari Raya Idul Fitri .


Kepala Disdukcapil Musi Rawas Doddy Irdiawan, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa kebijakan WFH tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan kependudukan. Menurutnya, pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama jelasnya kepada wartawan saat dibincangi di ruang kerjanya, jumat (13/03/2026).


“Walaupun sebagian ASN menjalankan WFH, kami pastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biyasa. Ada pegawai yang tetap masuk kantor dan pelayanan administrasi kependudukan tetap dibuka,” jelas Doddy.


Ia menjelaskan, pelayanan tetap dibuka seperti biyasanya seperti pengurusan KTP elektronik, Kartu Keluarga, akta kelahiran, akta kematian, serta dokumen kependudukan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.


Dirinya menambahkan bahwa pelayanan Disdukcapi Musi Rawas senin tanggal 16 dan selasa 17 maret 2026 minggu ini walaupun diterapkan WFH tetap buka seperti biyasa kemudian setelah libur lebaran Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada hari rabu tanggal 25 - 27 maret 2026 pelayanan akan buka kembali seperti biyasanya.


"Pelayanan dihari senin tanggal 16 dan selasa 17 Maret minggu ini tetap buka, walaupun pemerintah terapkan WFH, kemudian akan dibuka kembali seperti biyasanya setelah lebaran hari rabu tanggal 25 - 27 maret 2026," jelasnya.


Dodyy juga mengimbau masyarakat agar tidak menunda pengurusan dokumen administrasi kependudukan, terutama yang bersifat mendesak, serta memastikan seluruh persyaratan telah lengkap sebelum datang ke kantor Disdukcapil.


“Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, tertib, dan profesional meski di tengah penyesuaian aturan WFH. Hak administrasi kependudukan masyarakat harus tetap terpenuhi,” tambahnya.


Dengan tetap berjalannya pelayanan meski dalam sistem WFH, Disdukcapil Musi Rawas menunjukkan komitmen mendukung pelayanan publik yang responsif dan berkelanjutan demi kepentingan masyarakat sesuai dengan komitmen Musi Rawas Mantab dan Berkelanjutan.


Untuk diketahui Pemerintah telah menetapkan jadwal libur Lebaran 2026. Jadwal ini berlaku bagi masyarakat umum termasuk para ASN.


Merujuk pada aturan pemerintah tersebut, ada lima hari libur nasional dan cuti bersama Lebaran 2026, yakni pada 20 - 24 Maret 2026.


Menariknya, momen Lebaran kali ini jatuh setelah perayaan Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948) pada 18-19 Maret 2026. Dengan begitu, total ada tujuh hari libur bagi masyarakat termasuk ASN saat Lebaran 2026.


Berikut jadwal libur ASN Lebaran 2026 dan Nyepi selengkapnya :


Rabu, 18 Maret 2026 : Cuti bersama Hari Suci Nyepi (Tahun baru Saka 1948), Kamis : 19 Maret 2026 : Libur Hari Suci Nyepi (Tahun baru Saka 1948), Jumat : 20 Maret 2026 : Cuti bersama Lebaran 2026, Sabtu : 21 Maret 2026 : Libur Lebaran 2026, Minggu : 22 Maret 2026 : Libur Lebaran 2026, Senin : 23 Maret 2026 : Cuti bersama Lebaran 2026, Selasa : 24 Maret 2026 : Cuti bersama Lebaran 2026


Selain libur nasional dan cuti bersama Lebaran 2026, pemerintah telah menetapkan kebijakan work from anywhere (WFA) bagi ASN. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Tugas Kedinasan Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara Di Instansi Pemerintah Pada Masa Libur Nasional dan Cuti Bersama Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948) dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.


Merujuk pada surat edaran tersebut, kebijakan WFA akan terbagi menjadi dua bagian, yakni sebelum Lebaran pada 16-17 Maret dan setelah Lebaran pada 25-27 Maret 2026.


Berikut jadwal WFA ASN pada Lebaran 2026 :


Senin, 16 Maret 2026: WFA Nyepi sebelum Lebaran 2026. Selasa, 17 Maret 2026: WFA Nyepi sebelum Lebaran 2026. Rabu, 25 Maret 2026: WFA setelah Lebaran 2026. Kamis, 26 Maret 2026: WFA setelah Lebaran 2026. Jumat, 27 Maret 2026: WFA setelah Lebaran 2026. (Agt)

Share:

Gerakan Pangan Murah Polri Digelar di 47 Titik Sumsel


 

PALEMBANG,PWO — Polda Sumatera Selatan menggelar Gerakan Pangan Murah Polri secara serentak di 47 titik yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota wilayah Sumatera Selatan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.


Dalam program tersebut, Polda Sumsel bersama Perum Bulog dan pemerintah daerah menyalurkan sebanyak 135,5 ton beras kepada sekitar 20.325 warga sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.


Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho memimpin langsung kegiatan pemusatan Gerakan Pangan Murah yang berlangsung di halaman Gudang Bulog Sukamaju, Kecamatan Sako, Kota Palembang, Jumat pagi.


Kegiatan ini dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, jajaran Forkopimda, perwakilan Kodam II/Sriwijaya, Kejaksaan Tinggi Sumsel, serta pimpinan Perum Bulog wilayah Sumselbabel.


Kapolda Sumsel menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis nasional yang memiliki hubungan langsung dengan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.


Menurutnya, keterjangkauan harga bahan pokok menjelang momentum Idul Fitri menjadi faktor penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.


“Ketahanan pangan tidak hanya menyangkut ketersediaan bahan pokok, tetapi juga menyangkut stabilitas sosial masyarakat. Karena itu Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau,” ujar Sandi Nugroho.


Program Gerakan Pangan Murah ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program prioritas pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.


Kapolda menjelaskan bahwa pada pelaksanaan tahun 2026 ini, Polda Sumsel menyalurkan beras melalui 47 titik distribusi yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten dan kota.


Di lokasi pemusatan Gudang Bulog Sukamaju Palembang, Perum Bulog menyediakan sekitar 10 ton beras yang dikemas dalam puluhan ribu paket untuk masyarakat.


Setiap pembelian beras juga disertai bonus bahan kebutuhan rumah tangga seperti minyak goreng, gula, atau kecap sebagai bentuk dukungan tambahan bagi masyarakat.


Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumselbabel Mersi Windrayani menyampaikan bahwa Gudang Bulog Sukamaju memiliki kapasitas penyimpanan hingga sekitar 21.000 ton beras.


Saat ini stok beras yang tersedia mencapai sekitar 16.000 ton, serta minyak goreng sebanyak 259.560 liter.


Bulog juga tengah menjalankan penugasan dari Badan Pangan Nasional untuk menyalurkan bantuan pangan kepada 968.499 penerima manfaat di Sumatera Selatan dengan total alokasi sekitar 19.369 ton beras pada periode Februari hingga Maret 2026.


Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi langkah Polri yang dinilai berperan penting dalam membantu pemerintah daerah menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Lebaran.


Ia menilai pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara serentak mampu menekan potensi lonjakan harga sekaligus mencegah panic buying di masyarakat.


“Kegiatan ini sangat membantu masyarakat. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan Bulog sangat penting dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Lebaran,” ujar Herman Deru.


Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menambahkan bahwa Gerakan Pangan Murah yang digelar serentak ini merupakan implementasi nyata program Presisi Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi warga, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.


“Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai kebutuhan dasar, termasuk pangan,” kata Nandang.


Melalui Gerakan Pangan Murah yang menjangkau puluhan ribu warga di seluruh wilayah Sumatera Selatan, Polda Sumsel menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan masyarakat dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan kondisi ekonomi yang lebih stabil. (rls)

Share:

Walikota Didampingi Kapolres Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Terpusat "Ketupat-2026"


LUBUK LINGGAU,PWO – Dalam rangka menjamin keamanan dan pelayanan prima menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M, Polres Lubuk Linggau menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Terpusat "Ketupat-2026". Kegiatan ini berlangsung khidmat di halaman Mapolres Lubuk Linggau pada Kamis sore (12/3/2026).


Bertindak sebagai Inspektur Apel, Walikota Lubuk Linggau H. Rachmat Hidayat didampingi langsung oleh Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi, Sementara itu, Kanit Pidsus Satreskrim Polres Lubuk Linggau, Ipda M. Dodi Rislan, dipercaya sebagai Komandan Apel.


Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan personel gabungan yang terdiri dari TNI Kodim 0406 Lubuk Linggau, Batalyon B Satbrimobda Sumsel, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Basarnas, Kejaksaan Negeri, serta Dinas Kesehatan Kota Lubuk Linggau.

- Amanat Kapolri: Antisipasi Pergerakan Masyarakat -

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Lubuk Linggau membacakan amanat tertulis Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Meski angka ini mengalami penurunan tipis sebesar 1,75% (sekitar 2,5 juta orang) dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama.


"Kita tetap perlu mengantisipasi fluktuasi pergerakan masyarakat, terlebih adanya stimulus kebijakan pemerintah seperti diskon tarif tol, tiket transportasi umum, hingga kebijakan work from anywhere yang memberikan kenyamanan bagi pemudik," ujar Walikota saat membacakan amanat.


Operasi Ketupat-2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, terhitung mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini melibatkan 230 personel Polres Lubuk Linggau yang didukung penuh oleh personel TNI, Brimob, serta stakeholder terkait lainnya.

- Kesiapan Pos Pengamanan dan Pelayanan - 

Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Adithia Bagus Arjunadi, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan empat titik pos strategis guna memantau arus mudik dan balik, yang terdiri dari:


1. Pos Pengamanan Simpang Periuk: Berlokasi di Jl. H.M. Soeharto, Kel. Simpang Periuk, Kec. Lubuklinggau Selatan II.

2. Pos Pengamanan Petanang: Berlokasi di Jl. A. Yani, Kel. Petanang Ilir, Kec. Lubuk Linggau Utara I.

3. Pos Pelayanan Stasiun Kereta Api: Berlokasi di Jl. Kalimantan, Kel. Pasar Permiri, Kec. Lubuk Linggau Barat II.

4. Pos Terpadu Lippo Plaza: Berlokasi di Jl. Yos Sudarso, Kel. Taba Koji, Kec. Lubuk Linggau Timur I.


"Penempatan pos-pos ini bertujuan untuk memberikan rasa aman, memperlancar arus lalu lintas, serta menyediakan tempat istirahat dan pelayanan kesehatan bagi para pemudik yang melintasi wilayah hukum Polres Lubuk Linggau," tegas AKBP Adithia Bagus Arjunadi.


Dengan sinergitas lintas sektoral yang kuat, Polres Lubuk Linggau optimis perayaan Idul Fitri 1447 H di wilayah Kota Lubuk Linggau dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. (ica/adv)

Share:

Animo Pemudik 2026 Diperkirakan Turun, Polres Musi Rawas Bersama Stakeholder Tetap Siaga Berikan Pelayanan Prima


 MUSI RAWAS,PWO– Animo masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran pada tahun 2026 diperkirakan mengalami penurunan. Khususnya di wilayah Kabupaten Musi Rawas, jumlah pemudik diprediksi turun sekitar 2,7 persen atau kurang lebih 2.500 orang dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2025).


Meski demikian, Polres Musi Rawas bersama stakeholder serta instansi terkait tetap menunjukkan kesiapsiagaan penuh dalam memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat selama pelaksanaan arus mudik maupun arus balik Lebaran di wilayah Kabupaten Musi Rawas.


Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, SH, SIK, MH, didampingi Wakapolres Musi Rawas Kompol Hendri, SH, serta Wakil Bupati Musi Rawas H. Suprayitno, usai pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat 2026” dalam rangka pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah dengan tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, Kamis (12/3/2026).


Apel gelar pasukan tersebut juga melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten Musi Rawas bersama sejumlah instansi terkait, di antaranya Satpol PP Damkar, Dinas Perhubungan, Disbudpar, BPBD, Kodim 0406 Lubuklinggau, Kejaksaan Negeri Musi Rawas, Kemenag Musi Rawas, Jasa Raharja TK II Lahat, Pertamina Lubuklinggau, PLN Musi Rawas, UPTD Samsat Mura I dan Mura II, serta Senkom Musi Rawas.


Kapolres Musi Rawas menjelaskan bahwa pelaksanaan apel gelar pasukan tersebut merupakan bentuk kesiapan seluruh unsur dalam memberikan pelayanan terbaik serta menjamin keamanan masyarakat selama masa mudik Lebaran.


“Diperkirakan arus mudik tahun ini mengalami penurunan sekitar 2,7 persen atau kurang lebih 2.500 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, peningkatan arus mudik tetap diprediksi terjadi dalam dua gelombang keberangkatan dan dua gelombang arus balik,” jelas Kapolres.


Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Polres Musi Rawas telah menyiapkan tiga Pos Pengamanan (Pos Pam), yakni: Pos Pam Pasar B Srikaton, Pos Pam Simpang Semambang, Pos Pam Waterboom Terawas


Selain itu, juga disiapkan Pos Pantau di kawasan objek wisata Danau Aur guna mengantisipasi lonjakan pengunjung selama libur Lebaran.


Untuk mendukung pelaksanaan operasi tersebut, sebanyak 83 personel Polres Musi Rawas dan Polsek jajaran diterjunkan, serta diperkuat 57 personel dari stakeholder dan instansi terkait.


“Artinya cukup banyak personel yang kita libatkan guna memastikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama masa mudik Lebaran dapat berjalan maksimal,” ungkap Kapolres.


Kapolres juga menjelaskan bahwa salah satu potensi kerawanan yang menjadi perhatian dalam operasi ini adalah kondisi beberapa ruas jalan yang mengalami kerusakan di jalur lintas yang dilalui para pemudik.


“Kerawanan yang kita hadapi salah satunya adalah kondisi jalan rusak pada jalur dari Sekayu (Musi Banyuasin) menuju Muara Beliti (Musi Rawas) yang masih terdapat beberapa titik kerusakan,” jelasnya.


Selain itu, pada jalur dari Kabupaten PALI menuju Simpang Semambang juga ditemukan sejumlah titik kerusakan, termasuk jalan amblas di dekat Jembatan Ciani wilayah BTS Ulu.


“Untuk itu personel Satlantas bersama Polsek BTS Ulu telah melakukan langkah antisipasi berupa perbaikan sementara serta pemasangan papan himbauan guna menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas,” tambahnya.


Lebih lanjut, Kapolres juga menghimbau kepada para pemudik dan pengguna jalan agar selalu berhati-hati selama perjalanan serta mengutamakan keselamatan.


Apabila merasa lelah atau mengantuk, masyarakat dapat memanfaatkan rest area yang telah disiapkan di sejumlah Polsek jajaran, di antaranya: Polsek BTS Ulu, Polsek Muara Kelingi, Polsek Muara Lakitan, Polsek STL Ulu Terawas


Di rest area tersebut telah disediakan berbagai fasilitas, seperti tempat istirahat, tempat ibadah, kamar mandi, hingga makanan dan minuman ringan bagi para pemudik.


“Selain itu kami juga telah berkoordinasi dengan pihak kesehatan. Apabila ada pemudik yang membutuhkan pelayanan kesehatan, maka dapat segera diberikan penanganan,” ujarnya.


Kapolres juga menambahkan bahwa masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik dapat menitipkan kendaraan maupun barang berharganya di Polres maupun Polsek jajaran, guna memberikan rasa aman selama meninggalkan rumah dan tidak dipungut biaya. 


“Kami menghimbau kepada masyarakat yang akan mudik agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman, seperti mengecek kompor, peralatan elektronik serta instalasi listrik,” tambahnya.


Selain itu, masyarakat juga diminta untuk memastikan pintu dan jendela rumah terkunci dengan baik, serta dapat melaporkan kepada Bhabinkamtibmas, Babinsa maupun Ketua RT setempat agar dapat dilakukan pemantauan dan patroli pada jam-jam rawan.


“Dengan sinergi seluruh pihak serta dukungan masyarakat, diharapkan pelaksanaan mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan dengan aman, nyaman dan lancar,” pungkas Kapolres. (rls)

Share:

Thursday, March 12, 2026

Diduga Pengedar, Satres Narkoba Polres Lubuk Linggau Ringkus Seorang Pria Dipondok


LUBUK LINGGAU,PWO – Komitmen Polres Lubuk Linggau dalam memberantas peredaran gelap narkotika di Bumi Sebiduk Semare kembali membuahkan hasil. Tim Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Lubuk Linggau berhasil meringkus seorang pria yang diduga kuat sebagai pengedar sabu saat sedang berada di sebuah pondok di kawasan Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II.


Tersangka yang diketahui berinisial EDF (30), warga setempat, diamankan petugas pada Rabu siang (11/3/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Penangkapan ini merupakan tindak lanjut cepat atas informasi dari masyarakat yang resah dengan adanya aktivitas penyalahgunaan narkotika di lingkungan tersebut.


- Kronologi Penangkapan -

Mendapat laporan akurat, Kasat Res Narkoba Polres Lubuk Linggau, AKP M. Romi, langsung menginstruksikan Kanit Idik I Ipda Purwo Arie Handoko bersama tim untuk melakukan penyelidikan mendalam. Setelah memastikan keberadaan pelaku dan barang bukti, petugas bergerak cepat melakukan penggerebekan di sebuah pondok yang menjadi target.


Saat petugas merangsek masuk, tersangka EDF sempat berusaha mengelabui petugas dengan menyembunyikan barang haram miliknya di bawah kasur. Namun, berkat ketelitian personel di lapangan, upaya tersebut gagal total.


- Barang Bukti yang Diamankan -

Dalam penggeledahan di lokasi, petugas berhasil menemukan sejumlah barang bukti krusial, antara lain: 1 (satu) plastik klip sedang dan 13 (tiga belas) plastik klip kecil berisi kristal putih diduga narkotika jenis sabu.

1 (satu) unit timbangan digital (alat timbang sabu). 10 (sepuluh) lembar plastik klip sisa pakai dan 1 (satu) ball plastik klip bening baru.


Di hadapan petugas, tersangka EDF tidak dapat mengelak dan mengakui bahwa seluruh barang bukti tersebut adalah miliknya yang siap untuk diedarkan kembali.


- Ancaman Hukum -

Kapolres Lubuk Linggau melalui Kasat Res Narkoba AKP M. Romi menegaskan bahwa tersangka beserta barang bukti kini telah diamankan di Mapolres Lubuk Linggau untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap jaringan yang lebih luas.


Atas perbuatannya, tersangka EDF bakal dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 114 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta persangkaan dalam UU No 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan UU No 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.


"Kami tidak akan memberikan ruang bagi pengedar narkoba di wilayah Lubuk Linggau. Penangkapan ini adalah bukti bahwa laporan sekecil apa pun dari masyarakat akan kami tindak lanjuti demi menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya laten narkotika," tegas AKP M. Romi. (rls)

Share:

Pastikan Kelancaran Arus Mudik 2026, Kapolres Lubuk Linggau Terjun Langsung Menyisir Sejumlah Titik Krusial


 

LUBUK LINGGAU,PWO – Guna memastikan kelancaran arus mudik menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H, Kapolres Lubuk Linggau Polda Sumatera Selatan, AKBP Adithia Bagus Arjunadi, turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi jalur perlintasan di wilayah hukum Kota Lubuk Linggau, Rabu (11/3/2026).


Didampingi Kasat Lantas AKP Desi Azhari serta jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Lubuk Linggau, Kapolres menyisir sejumlah titik krusial yang diprediksi akan menjadi pusat kepadatan kendaraan pada masa mudik lebaran tahun ini.


- Fokus Keselamatan dan Kelayakan Jalan -

Kegiatan pengecekan ini bertujuan untuk memetakan potensi kendala yang mungkin dihadapi pemudik, mulai dari kondisi fisik jalan, kelengkapan rambu lalu lintas, hingga titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan (blackspot).


"Kami ingin memastikan bahwa jalur yang akan dilalui masyarakat pada arus mudik 2026 nanti benar-benar siap dan minim kendala. Keamanan serta kenyamanan pemudik adalah prioritas utama kami dalam Operasi Ketupat Musi kali ini," tegas AKBP Adithia Bagus Arjunadi di sela-sela peninjauan.


- Sinergi Lintas Sektoral -

Kehadiran pihak Dinas Perhubungan dalam pengecekan ini memperkuat sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah. Bersama-sama, tim gabungan melakukan evaluasi terhadap penerangan jalan umum (PJU) serta merencanakan penempatan pos pengamanan (Pos Pam) dan pos pelayanan (Pos Yan) di lokasi-lokasi strategis.


Kasat Lantas AKP Desi Azhari menambahkan bahwa pengecekan ini juga mencakup kesiapan jalur alternatif guna mengantisipasi jika terjadi lonjakan volume kendaraan yang signifikan di jalur utama.


- Persiapan Matang Sejak Dini -

Kota Lubuk Linggau merupakan wilayah perlintasan strategis di Sumatera Selatan yang menghubungkan berbagai provinsi. Oleh karena itu, persiapan yang dilakukan sejak dini dianggap sangat krusial.


"Koordinasi dengan Dishub dan instansi terkait terus kami intensifkan. Jika ditemukan kerusakan jalan atau rambu yang kurang, akan segera dikoordinasikan untuk dilakukan perbaikan sebelum arus mudik dimulai," ujar AKP Desi Azhari.


Melalui peninjauan ini, Polres Lubuk Linggau berharap pelaksanaan arus mudik dan balik tahun 2026 dapat berjalan dengan slogan "Mudik Aman, Keluarga Bahagia", sehingga masyarakat dapat merayakan hari kemenangan di kampung halaman dengan rasa aman dan penuh suka cita. (rls)

Share:

Wednesday, March 11, 2026

Polres Lubuklinggau Ikuti Latpra Ops Ketupat Musi 2026 yang Dipimpin Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho


LUBUK LINGGAU,PWO – Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi didampingi Wakapolres Kompol M. Syamsul Zachri bersama para perwira dan seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Musi 2026 mengikuti kegiatan Latihan Pra Operasi (Latpra Ops) Ketupat Musi 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026 bertempat di Ruang CCTV Polres Lubuk Linggau.


Latpra Ops Ketupat Musi 2026 ini diselenggarakan oleh Polda Sumatera Selatan dan dilaksanakan secara virtual yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho serta diikuti oleh seluruh satuan wilayah jajaran Polda Sumatera Selatan.


Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan jajaran kepolisian dalam menghadapi pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026 yang berlan sung selama 13 hari terhitung tanggal 13 hingga 25 Maret 2025. Operasi ini bertujuan untuk mengamankan rangkaian perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Melalui kegiatan tersebut, seluruh personel diberikan arahan dan pemahaman mengenai strategi, pola pengamanan, serta langkah-langkah yang akan dilaksanakan selama operasi berlangsung.


Latpra Ops ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026 dalam rangka pelayanan perayaan Idul Fitri 1447 H dengan mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.” Dengan adanya kesamaan pemahaman dan kesiapan personel di lapangan, diharapkan seluruh rangkaian pengamanan dapat berjalan secara optimal sehingga masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dan merayakan Idul Fitri dengan aman, tertib, dan nyaman.


Kapolres Lubuk Linggau bersama seluruh personel mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh perhatian sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026 di wilayah hukum Polres Lubuk Linggau dapat berjalan dengan baik.


Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel yang terlibat dapat memahami tugas, fungsi, serta tanggung jawab masing-masing sehingga pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat selama momentum Idul Fitri dapat terlaksana secara maksimal. (rls)

Share:

Menuju Polri yang Akuntabel, Tim Supervisi Itwasda Polda Sumsel Fokus Pengawasan Senpi Hingga LHKPN


LUBUK LINGGAU,PWO – Dalam upaya memperkuat pengawasan internal serta meningkatkan profesionalisme personel, Polres Lubuk Linggau menerima kunjungan Tim Supervisi dari Itwasda Polda Sumatera Selatan pada Selasa (10/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Aula Bhayangkari Polres Lubuk Linggau ini mencakup berbagai agenda strategis, mulai dari pengawasan administrasi hingga asistensi program kesejahteraan.


Tim Supervisi Itwasda Polda Sumsel dipimpin langsung oleh Kasubagdumasanwas, Kompol Agus Irwantoro, beserta rombongan. Kedatangan tim disambut hangat oleh Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi, didampingi Wakapolres Kompol M. Syamsul Zachri beserta jajaran pejabat utama (PJU) yang terdiri dari KabagOps, Kabag Logistik, Kasat Reskrim, Kasi Propam, hingga Kasiwas.


Tak hanya internal Polres Lubuk Linggau, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Polres Musi Rawas (Mura) dan Polres Muratara, serta para PIC dan Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Yayasan Bhayangkari ketiga wilayah tersebut.


- Fokus Pengawasan: Dari Senpi hingga LHKPN -

Supervisi kali ini menyasar empat poin krusial dalam operasional kepolisian:


1. Penanganan Dumas (Aduan Masyarakat): Tim melakukan audit mendalam terhadap respons dan penyelesaian pengaduan masyarakat periode tahun 2025 hingga 2026. Hal ini bertujuan memastikan setiap keluhan warga ditangani secara transparan dan tuntas.

2. Pengawasan Senjata Api (Senpi): Dilakukan pemeriksaan ketat terhadap Standard Operating Procedure (SOP) pinjam pakai senpi dinas. Langkah preventif ini diambil untuk memastikan penggunaan senjata api oleh personel tetap dalam koridor hukum dan disiplin tinggi.

3. Bimtek & Evaluasi LHKPN: Sebagai wujud transparansi, tim memberikan bimbingan teknis serta mengevaluasi persentase pengisian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) bagi personel di wilayah Lubuk Linggau, Mura, dan Muratara.

4. Asistensi Pembangunan SPPG: Salah satu agenda menonjol adalah asistensi pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tim Itwasda memberikan arahan langsung kepada para PIC dan Mitra Yayasan Bhayangkari untuk memastikan program pemenuhan gizi ini berjalan optimal sesuai standar yang ditetapkan.


- Menuju Polri yang Akuntabel - 

Dalam sambutannya, Kompol Agus Irwantoro menekankan bahwa supervisi ini bukan sekadar pemeriksaan rutin, melainkan sarana konsultasi dan solusi atas kendala yang dihadapi di lapangan.


Sementara itu, Wakapolres Lubuk Linggau, Kompol Muhammad Syamsul Zachri, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tim supervisi. Beliau menegaskan bahwa seluruh masukan dan evaluasi dari Itwasda akan segera ditindaklanjuti untuk meningkatkan kinerja jajaran.


"Kehadiran Tim Itwasda sangat penting bagi kami untuk memastikan seluruh instrumen pendukung tugas, baik itu sarana prasarana maupun administrasi pelaporan harta kekayaan, berjalan sesuai aturan. Kami berkomitmen untuk terus berbenah demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Kompol Syamsul Zachri.


Kegiatan yang berlangsung tertib dan interaktif ini diharapkan mampu memacu semangat akuntabilitas di lingkungan Polres jajaran, sehingga tercipta institusi Polri yang semakin dipercaya dan dicintai masyarakat di wilayah Sumatera Selatan. (rls)

Share:

Tuesday, March 10, 2026

Berikan Pelayanan Prima dan Humanis, Kapolres Musi Rawas Pimpin Langsung Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Ops Ketupat Musi 2026


 

MUSI RAWAS,PWO-Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, SH, SIK, MH, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor), Lintas Sektoral Ops Ketupat Musi 2026 Kabupaten Musi Rawas, bersama Stakeholder terkait di Ruangan Pesat Gatra Mapolres Musi Rawas, Selasa (10/3/2026).


Hadir juga, para PJU Polres Musi Rawas, stakeholder terkait meliputi, perwakilan Pemda Musi Rawas, perwakilan Kodim 0406/Lubuklinggau, perwakilan Dishub, Satpol PP Damkar, BPBD, Dinkes, Dinas PU Bina Marga, Disbudpar, Disperindag Musi Rawas.


Nampak hadir juga, perwakilan Jasa Raharja TK II Lahat, Kakankemenag, perwakilan Manager Pertamina Lubuklinggau, perwakilan PLN Musi Rawas, perwakilan UPTD Samsat Mura 1 dan perwakilan UPTD Samsat Mura 2.


Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergitas serta menyamakan persepsi antar instansi dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, khususnya dalam menghadapi arus mudik dan arus balik di wilayah Kabupaten Musi Rawas.


Sebelumnya, Kapolres Musi Rawas, bersama stakeholder terkait mengikuti kegiatan Zoom Meeting Latpraops Musi 2026, bersama Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum, yang digelar di Gedung Presisi Polda Sumsel.


Dalam kesempatan itu, Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta, SH, SIK, MH, mengatakan bahwa hari ini kita bersama-sama menggelar Rakor Lintas Sektoral Ops Ketupat Musi 2026 Kabupaten Musi Rawas. 


"Dan, sebelumnya, kita mengikuti kegiatan Zoom Meeting Latpraops Musi 2026, bersama Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum, beserta stakeholder terkait di Provinsi Sumsel," kata Kapolres


Kapolres menjelaskan, Operasi Ketupat Musi 2026 ini, merupakan operasi kemanusiaan yang mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan rasa aman dan nyaman selama momentum Hari Raya Idul Fitri.


Melalui rapat koordinasi lintas sektoral ini, diharapkan seluruh instansi terkait dapat bersinergi dan bekerja sama secara maksimal guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman, tertib dan kondusif selama pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026.


"Selain itu, dalam rapat juga dibahas berbagai langkah strategis terkait pengamanan jalur mudik, kesiapan pos pengamanan dan pos pelayanan, antisipasi kemacetan, serta penanganan potensi gangguan kamtibmas di wilayah Kabupaten Musi Rawas," jelasnya


Kapolres juga menekankan pentingnya kesiapan personel serta dukungan dari seluruh stakeholder agar pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026, dapat berjalan dengan optimal dan kondusif.


"Oleh sebab itu, butuh koordinasi dan kolaborasi antar instansi, agar semakin solid sehingga masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan aman, nyaman, lancar dan kondusif," ucapnya


Kapolres menambahkan, seperti yang disampaikan oleh Bapak Kapolda Sumsel, bahwa personel harus hadir di lapangan dengan pemahaman tugas yang tajam, kemampuan koordinasi yang kuat, dan komitmen melayani masyarakat secara profesional serta humanis.


"Artinya, kita harus memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat serta humanis kedepankan pelayanan senyum, sapa dan santun. Hal ini bertujuan untuk menjaga integritas dan disiplin selama pelaksanaan operasi, sekaligus menghindari tindakan yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi Polri," akhirnya.

Share:

Waka Polres Kompol Yulfikri Periksa Senpi Personil Polres Musi Rawas Utara


Muratara,PWO-Semua personil Polres Musi Rawas Utara berkumpul di aula Mapolres Musi Rawas Utara, Senin (9/3/2026). 


Para personil ini berkumpul usai mengikuti apel yang dipimpin langsung oleh Waka Polres Musi Rawas Utara, Kompol Yulfikri, SH. 


Rupanya saat apel Waka Polres Musi Rawas Utara menginstruksikan pemeriksaan senjata api (Senpi) dinas yang dipegang oleh personel. 



Waka Polres Musi Rawas Utara, Kompol Yulfikri, SH  menjelaskan kegiatan  dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu diikuti oleh seluruh Kabag, Kasat, Kasi, Kapolsek, perwira dan bintara di lingkungan Polres Musi Rawas Utara.


"‎Apel pagi menindaklanjuti instruksi  Kapolda Sumsel untuk memastikan kesiapan operasional serta meningkatkan kedisiplinan internal personel dalam menjalankan tugas kepolisian, " Kata Waka Polres.


Dijelaskannya pemeriksaan senpi dipimpin langsung oleh Kabag Logistik, Kasiwas. 


"‎Usai apel pagi, Kabag Logistik . Kasiwas memimpin langsung pelaksanaan pemeriksaan senjata api beserta kelengkapannya," Ucapnya.


Pengecekkan tehnis terhadap senpi dinas personil dilakukan oleh ‎tim dari SiPropam Polres Musi Rawas Utara. Pengecekan mencakup kondisi senjata api dinas, kelengkapan administrasi, serta standar penyimpanan senjata.


"‎Pemeriksaan juga mencakup pengecekan sampel gudang penyimpanan senjata api di Bag Logistik Polres Musi Rawas Utara sebagai bagian dari evaluasi manajemen alutsista internal," Jelasnya. 


Dikatakannya pemeriksaan senjata api dilakukan secara berkala sebagai bentuk pengawasan melekat terhadap penggunaan senjata dinas oleh personel Polri.


‎Kegiatan ini juga bertujuan memastikan seluruh perlengkapan operasional kepolisian berada dalam kondisi baik serta digunakan sesuai prosedur yang berlaku.


‎Pemeriksaan ini melibatkan unsur Propam dan Pengawas Polres Musi Rawas Utara yang berperan sebagai pengawas internal dalam menjaga akuntabilitas penggunaan aset negara di lingkungan Polri.


Dijelaskannya pengelolaan senjata api dinas harus dilakukan secara profesional dan penuh tanggung jawab.


‎“Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan setiap senjata api dinas berada dalam pengawasan yang ketat serta digunakan sesuai standar operasional yang berlaku,” tegasnya.


‎Sementara itu, Kasi Humas Polres Musi Rawas Utara Ipda Muhammad Aliudin, SH menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat profesionalisme personel.


‎“Kedisiplinan personel menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” ujarnya. (**)

Share:

Comments

Blog Archive