Cepat Tepat dan Akurat


Thursday, August 27, 2026

Polres Lubuk Linggau Gelar Sholat Istisqa' Berjamaah


 Lubuk Linggau — Menyadari berkepanjangannya musim kemarau serta meningkatnya potensi bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan yang mengancam wilayah, Polres Lubuk Linggau Polda Sumatera Selatan menggelar kegiatan Sholat Istisqa' secara berjamaah, sebagai wujud kerendahan hati dan permohonan tulus kepada Allah SWT agar diturunkan hujan yang membawa berkah, sekaligus memohon keselamatan bagi seluruh masyarakat. Kegiatan berlangsung di halaman Mapolres Lubuk Linggau, Kamis (27/8), diikuti oleh seluruh Pejabat Utama, perwira, anggota Polri, Aparatur Sipil Negara, serta dihadiri oleh masyarakat Kota Lubuk Linggau.

 

Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakapolres Lubuk Linggau Kompol M. Syamsul Zachri, yang turut berbaris bersama seluruh jajaran dan warga masyarakat dalam satu kesatuan ibadah. Suasana berlangsung khidmat, tenang, dan penuh keikhlasan, mencerminkan kesadaran bersama bahwa di balik segala upaya preventif dan penanganan yang dilakukan, pertolongan dan rahmat Allah SWT tetap menjadi kunci utama bagi terwujudnya kesejahteraan dan keselamatan bersama.

 

Dalam pembukaan kegiatan, Wakapolres menyampaikan bahwa Sholat Istisqa' ini bukan sekadar seremonial keagamaan, melainkan bentuk pengakuan dan kepasrahan tulus manusia kepada Sang Pencipta. Di tengah kondisi cuaca yang panas, curah hujan yang sangat minim, serta ancaman kebakaran yang terus mengintai, umat Islam diajak untuk kembali menyucikan hati, memperbaiki amal, dan bersatu dalam doa.

 

"Kita semua menyadari betapa beratnya musim kemarau yang sedang kita hadapi. Lahan menjadi kering, sumber air mulai menyusut, dan potensi kebakaran semakin mengancam. Semua upaya manusia sudah kita lakukan, namun kita juga sadar bahwa hujan adalah rahmat Allah SWT. Melalui sholat dan doa ini, kita memohon dengan tulus agar Allah menurunkan hujan yang tidak mendatangkan bencana, melainkan membawa kesegaran, kesuburan, dan kesejukan bagi bumi Silampari yang kita cintai ini," ujar Wakapolres.

 

Ia juga menekankan bahwa doa harus beriringan dengan tindakan nyata. Permohonan agar diturunkan hujan harus disertai dengan upaya menjaga lingkungan, menghentikan segala bentuk pembakaran hutan maupun lahan, serta hidup hemat dan bijak dalam menggunakan sumber daya alam yang ada. Ketaqwaan kepada Tuhan harus tercermin pula dalam tanggung jawab manusia terhadap alam dan sesamanya.

 

Selama kegiatan berlangsung, seluruh jamaah mengikuti rangkaian sholat dan doa dengan penuh kekhusyukan. Doa bersama dipanjatkan, memohon agar Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia berupa hujan yang bermanfaat, menjauhkan wilayah Lubuk Linggau dari bencana kekeringan maupun kebakaran, serta senantiasa menjaga keutuhan, kedamaian, dan kesejahteraan masyarakat.

 

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Polres Lubuk Linggau tidak hanya hadir sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dan moralitas. Melalui kesempatan ini, diharapkan tali silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat semakin erat, serta semangat kebersamaan dalam menjaga lingkungan dan keselamatan bersama semakin kokoh.

Share:

SATKAMLING, JAGA KAMPUNG BEBAS API: Polres Musi Rawas Berdayakan Satkamling untuk Cegah Karhutla hingga Kebakaran Rumah


 

Musi RawasPWO-​Sinergi Nyata di Akar Rumput, Polres Musi Rawas mengambil langkah proaktif dalam mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran permukiman. Tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) di berbagai desa kini resmi diberdayakan untuk memantau titik api, khususnya pada malam hari.


​Langkah strategis ini diinisiasi langsung guna memperkuat deteksi dini di tingkat akar rumput. Mengingat luasnya wilayah rawan, sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat menjadi kunci utama pencegahan bencana.


​Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta,S.H.,S.I.K.,M.H menegaskan pentingnya peran aktif kepolisian sektor (Polsek) dan para Bhabinkamtibmas dalam menggerakkan pos-pos siskamling yang ada di tengah warga.


​"Sengaja kami perintahkan kepada Polsek jajaran terutama Bhabinkamtibmas untuk bekerja sama dengan Pemdes untuk melaksanakan pemantauan titik api dan mengambil tindakan cepat apabila ada kebakaran," ujar Kapolres Musi Rawas.


​Aksi Nyata di Desa S Kertosari: Dari Pos Ronda hingga Patroli Lahan

​Semangat pemberdayaan ini langsung diwujudkan di lapangan. Pada Rabu, 26 Agustus 2026, Sat Binmas Polres Musi Rawas yang dipimpin oleh Kanit Binpolmas Aipda Seven Mei, S.H. bersama Kanit Bhabinkamtibmas Aipda Heddy Wijaya, S.H., M.H., personel Sat Binmas, dan Bhabinkamtibmas Polsek Purwodadi, turun langsung ke Desa S Kertosari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas.


​Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa S Kertosari, petugas Satkamling, warga masyarakat, serta mahasiswa KKN Universitas Bina Insan Lubuk Linggau. Bersama-sama, mereka bergerak dalam satu semangat: menjaga kampung tetap aman dan bebas api.


​Rangkaian kegiatan pencegahan yang dilaksanakan meliputi:

​Pengecekan Sarana Prasarana: Memeriksa kelengkapan pos Satkamling sekaligus memberikan arahan kepada petugas jaga agar aktif berpatroli.

​Antisipasi Kebakaran Rumah: Petugas mendatangi rumah-rumah warga untuk mengingatkan agar api di dapur selalu diperiksa dan dipastikan benar-benar padam setelah memasak.


​Patroli Lahan Rawan Karhutla: Melanjutkan penyisiran ke titik-titik rawan untuk mencegah pembukaan lahan dengan cara dibakar, demi menjaga udara tetap bersih dan menghindari bencana besar.


​Peran Ganda Satkamling: Jaga Kampung dan Waspada Api

​Pemberdayaan Satkamling ini tidak sekadar berfokus pada pengamanan tindak kejahatan konvensional. Dalam instruksinya, warga yang bertugas di Satkamling malam hari dibekali tugas tambahan yang krusial:


​Pemantauan Titik Api: Mengawasi wilayah sekitar dari potensi kemunculan titik panas (hotspot) atau kepulan asap dari malam hingga dini hari.


​Edukasi Warga: Aktif memberikan imbauan langsung agar masyarakat senantiasa waspada terhadap ancaman karhutla dan bahaya api terbuka.


​Deteksi Dini Permukiman: Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah tangga yang kerap terjadi.


​Dari Desa S Kertosari, semangat itu terus menyala—bukan sebagai api kebakaran, melainkan sebagai api kepedulian. Satkamling Jaga Kampung Bebas Api bukan sekadar pos ronda, melainkan gerakan bersama Polri, pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat untuk menjaga keamanan, mencegah karhutla, serta menyelamatkan masa depan Musi Rawas yang kondusif.

Share:

Warga Desa Suro SAMBUT ANTUSIAS Bantuan Air Bersih dari Polres Musi Rawas di Tengah Musim Kemarau


MUSI RAWAS,PWO — Warga Desa Suro menyambut dengan penuh antusias kedatangan bantuan air bersih yang disalurkan oleh Polres Musi Rawas pada Kamis (27/8/2026) pukul 09.00 WIB. 


Langkah cepat ini dilakukan guna membantu warga yang menghadapi krisis air bersih akibat kekeringan di tengah musim kemarau.


​Kegiatan bakti sosial tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Musi Rawas (Mura), AKP Dhenny Satriya,S.H.!,M.H didampingi oleh Kapolsek Muara Beliti Iptu Miming Wijaya,S.H Kasihumas Ipda Ajilamsari, Perwira Bagops Iptu Agus, serta jajaran personel Polres Mura dan Polsek Muara Beliti.


​Penyaluran Tepat Sasaran: Armada mobil tangki air mendistribusikan pasokan air bersih secara bertahap ke sejumlah fasilitas umum, mulai dari Masjid Annur, TK Azzahrah, hingga SD Muhammadiyah dan Warga Desa Suro.


​ Puluhan warga tampak Antusias dan siaga berbaris di depan rumah masing-masing dengan membawa berbagai wadah penampung air, seperti gentong dan ember, demi mendapatkan pasokan air bersih gratis.


​Kolaborasi Lintas Sektor: Aksi kemanusiaan ini terlaksana berkat kolaborasi sigap antara Polres Musi Rawas dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya Tata Ruang dan Pengairan Pemkab Musi Rawas.


​Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta,S.H.,S.I.K.,M.H menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata dari Kepolisian Polres Musi Rawas terhadap masyarakat. Inisiatif tersebut diambil sebagai respons cepat atas banyaknya keluhan warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumur-sumur warga yang mulai mengering.


​Melalui bantuan ini, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat untuk keperluan ibadah, sekolah, dan rumah tangga dapat tercukupi selama musim kemarau berlangsung.

Share:

Serentak di Wilayah Musi Rawas, Pemda Bersama Sembilan Polsek Jajaran Polres Musi Rawas Gelar Salat Istisqa


 

MUSI RAWAS,PWO-Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Pemda Musi Rawas), bersama sembilan Polsek jajaran Polres Musi Rawas, menggelar Salat Istisqa sebagai ikhtiar dan doa bersama memohon turunnya hujan serta mengharapkan keberkahan bagi masyarakat dan wilayah Kabupaten Musi Rawas.


Kegiatan Salat Istisqa dilaksanakan secara serentak di wilayah hukum Polres Musi Rawas dengan melibatkan personel kepolisian, unsur pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan.


Salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ibadah yang dilaksanakan ketika terjadi kondisi kekeringan atau berkurangnya curah hujan. 


Melalui kegiatan tersebut, seluruh peserta diajak untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta memanjatkan doa agar Allah SWT memberikan rahmat berupa hujan yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.


Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan Pemda Musi Rawas bersama sembilan Polsek jajaran Polres Musi Rawas, meliputi, Polsek Muara Beliti, Polsek Jayaloka, Polsek BTS Ulu, Polsek Muara Lakitan, Polsek Muara Kelingi, Polsek STL Ulu Terawas, Polsek Megang Sakti, Polsek Purwodadi dan Polsek Tugumulyo, menggelar salat istisqa.


"Kegiatan Salat Istisqa ini merupakan ikhtiar bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat, sekaligus mengajak kita semua untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan,” kata Kapolres


Kapolres menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk ikhtiar spiritual, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.


Selain memanjatkan doa, masyarakat juga diimbau untuk bersama-sama menjaga lingkungan, menghemat penggunaan air, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau.


Dengan dilaksanakannya Salat Istisqa secara serentak bersama pemerintah daerah dan sembilan Polsek jajaran, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat dalam menghadapi berbagai kondisi yang berdampak terhadap masyarakat.


"Polres Musi Rawas bersama Pemerintah Kabupaten Musi Rawas akan terus hadir di tengah masyarakat serta mendukung berbagai kegiatan yang memberikan manfaat dan memperkuat kebersamaan demi terciptanya situasi yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kabupaten Musi Rawas," tuturnya.

Share:

KANDANG API: Terobosan Strategis Polres Musi Rawas dalam Mitigasi Penyebaran Kebakaran Lahan


 

​MUSI RAWAS,PWO — Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat melalui langkah-langkah taktis di tingkat akar rumput. Jajaran Polres Musi Rawas, Sumatra Selatan, kembali menghadirkan terobosan inovatif dengan menginisiasi pembuatan KANDANG API—sebuah sistem sekat bakar (firebreak) terpadu yang dirancang untuk membatasi dan melokalisasi laju penyebaran api di area rawan kebakaran.


​Inovasi tersebut direalisasikan pada Selasa, 25 Agustus 2026, melalui aksi kolaboratif antara Polsek BTS Ulu Polres Musi Rawas dan PT Musi Hutan Persada (MHP). Pembuatan sekat bakar ini menjadi langkah preventif yang krusial guna melindungi ekosistem perkebunan dan lahan masyarakat dari ancaman karhutla yang kerap meluas saat musim kemarau.


​Sinergi Lintas Sektor untuk Mitigasi Karhutla

​Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta,S.H.,S.I.K.,M.H dalam keterangannya menegaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kebutuhan mendesak akan sistem pengamanan lahan yang lebih efektif di lapangan.


​"Saya sengaja membuat sekat bakar atau firebreak yang kami di Polres Musi Rawas sebut 'KANDANG API', tujuannya jelas agar laju api dapat segera dibatasi apabila terjadi kebakaran lahan," ujar Kapolres.


​Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa langkah mitigasi ini tidak dapat berjalan sendiri. Pihaknya telah memperluas koordinasi dengan berbagai perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kabupaten Musi Rawas untuk membangun komitmen bersama dalam pencegahan karhutla.


​Sebagai bentuk penguatan di lini operasional, instruksi tegas turut diberikan kepada seluruh kapolsek jajaran agar senantiasa proaktif bersinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) serta pihak swasta di wilayah masing-masing.


 Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan sistem peringatan dan penanganan dini yang tangguh, demi menjaga keamanan lingkungan serta kenyamanan masyarakat Kabupaten Musi Rawas secara berkelanjutan.

Share:

Wednesday, August 26, 2026

Patroli Drone, Kapolres Musi Rawas Pastikan Api Padam


 

MUSI RAWAS,PWO -Tindak cepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan langsung oleh jajaran Polres Musi Rawas.


Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., turun langsung ke lapangan untuk memadamkan kobaran api di Lahan Kawasan Agropolitan Muara Beliti, Selasa (25/8/2026) pagi sekitar pukul 10.30 WIB.


Kegiatan diawali dari peninjauan lokasi guna mengecek area yang sebelumnya sempat terbakar pada Senin (24/8/2026). Guna memastikan kondisi secara menyeluruh, AKBP Agung Adhitya Prananta, bersama personel Si Humas melakukan Patroli Drone pemetaan area yang terbakar.


Dari hasil pantauan udara tersebut, tim menemukan beberapa titik api (hotspot) yang masih menyala dan berpotensi meluas jika dibiarkan. Tanpa ragu, Kapolres segera menginstruksikan seluruh personel di lokasi untuk bahu-membahu memadamkan api bersama tim BPBD yang langsung dikontak ke lokasi. Berkat kerja sama solid dan respons cepat petugas gabungan, titik-titik api berhasil dipadamkan sepenuhnya sebelum menjalar lebih luas.


Dalam aksi tanggap darurat tersebut, Kapolres didampingi Wakapolres Musi Rawas Kompol Azmi Halim Permana, S.I.K., M.A.P., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) meliputi Kabagops, Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, Kasat Binmas, serta sejumlah perwira dan personel Polres Musi Rawas. Aksi ini juga memperkuat sinergi lintas instansi dengan dibantu personel dari Satpol PP dan BPBD Kabupaten Musi Rawas.


Di sela-sela pemadaman, Kapolres Musi Rawas mengimbau seluruh masyarakat untuk bersikap proaktif dalam mencegah bencana asap.


"Kami mengingatkan masyarakat agar segera melapor kepada petugas apabila menemukan adanya titik api di sekitar lingkungan masing-masing. Hal ini penting agar penanganan bisa dilakukan bersama secara dini sebelum api membesar," tegas AKBP Agung Adhitya Prananta.


Selain itu, mengingat kondisi udara akibat dampak kebakaran lahan, Kapolres juga mengimbau warga sekitar untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas, membatasi kegiatan di luar rumah jika tidak mendesak, serta terus menjaga kondisi kesehatan diri dan keluarga. (rls)

Share:

Peduli Masyarakat, Polres Musi Rawas Bagikan Masker Cegah Paparan Asap Karhutla


 Kasat Lantas Polres Mura, AKP Muriyanto, SH, MH bersama Polwan membagikan masker kepada pengguna jalan antisipasi terpaparnya kabut asap karhutla.


MUSI RAWAS,PWO - Personil Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Musi Rawas (Mura) turun ke jalan memberikan masker kepada pengguna kendaraan dan pejalan kaki. Untuk melindungi masyarakat dari potensi paparan asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).


Pembagian masker dilakukan Kasat Lantas Polres Musi Rawas, AKP Muriyanto, SH, MH bersama Polwan dan anggofa Satlantas lainnya di Pos Bundaran Agropolitan Center Perkantoran Pemkab Musi Rawas, Rabu (26/08/2026) sekira pukul 07.00 WIB.


Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, SH, SIK, MH didampingi Kasat Lantas, AKP Muriyanto, SH, MH mengatakan pembagian masker kepada pengguna jalan dan pejalan kaki merupakan bagian kesiapsiagaan menghadapi dinamika kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Tidak hanya memadamkan api tetapi memperhatikan masyarakat yang terkena dampakmya. 


 "Penanganan karhutla bukan hanya memadamkan api. Tetapi, ada dampak ke masyarakat akibat dari karhutla tentunya ke kesehatan yang harus diantisipasi,"jelas Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, SH, SIK, MH.


Dijelaskan jauh sebelum terjadinya karhutla Polres Musi Rawas telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat termasuk Polsek jajaran bersama personil bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan melakukan upaya-upaya pencegahan, lalu penegakan hukum, melakukan pemadaman, ikhtiar spritual dan pelayanan kesehatan serta perlindungan di masyarakat. Ini bentuk kepedulian Polri dalam hal ini Polres Musi Rawas kepada masyarakat yang bersama-sama melakukan penanganan karhutla dan dampaknya.


"Kita lihat kabut asap cukup pekat di pagi hari. Perlindungan diri masyarakat menggunakan masker khususnya pengguna jalan terkadang terlupakan. Sehingga, pembagian masker ini wujud perlindungan dan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan,"jelas dia.


Kapolres Musi Rawas menambahkan pihaknya mengimbau kepada pengguna jalan baik pengendara sepeda motor ataupun mobil untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan keselamatan berlalu lintas. Karena, kabut asap yang terjadi tentunya mengurangi bahkan menggangu jarak pandang. Sehingga berpotensi kecelakaan.


"Waspada, kurangi kecepatan dan perhatikan jarak pandang karena kabut asap yang terjadi. Utamakan keselamatan dalam berkendara. Karena ada keluarga yang menanti di rumah,"pungkasnya.



Foto



Share:

BPKD Musi Rawas Mengucapkan Dirgahayu RI ke 81


 

Share:

Monday, August 24, 2026

Modifikasi Mobil Patroli Dilengkapi Toren Garda Terdepan Penanganan Karhutla


 

MUSI RAWAS,PWO - Keselamatan masyarakat dan kelestarian alam menjadi prioritas Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, SH, SIK, MH. Sehingga, memodifikasi kendaraan patroli dilengkapi peralatan toren membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).


"Ini gerak cepat merespon setiap laporan terjadinya karhutla. Memodifikasi kendaraan patroli dilengkapi alat penyemprot air di bak belakang mobil patroli menjadi peralatan mandiri, praktis dan efesien,. Kendaraan dan peralatannya mampu menjangkau areal sulit dan medan berat dan yang utama bersinergi dan kolaborasi bergerak bersama  masyarakat menjaga alam dan mencegah bencana di kondisi saat ini,"tegas Kapolres Mura, AKBP Agung Adhitya Prananta, Senin (24/08/2026)  saat mengecek mobil patroli yang dimodifikasi menjadi mobil pemadam api untuk Karhutla di Mapolres Mura.


Menurutnya, modifikasi mobil patroli ini juga dilakukan di seluruh Polsek jajaran Polres Mura. Dengan harapan mobil patroli  dengan peralatan toren ini Polres Musi Rawas hadir di garis terdepan memadamkan api bahkan di medan yang sulit di jangkau oleh kendaraan besar 


Selain itu, meminta seluruh komponen masyarakat mulai dari kepala desa, camat, tokoh agama, tokoh pemuda dan pemangku adat lainnya. Mari kita bersama menjaga wilayah masing-masing mulai dari pemukiman meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi arus pendek, mensosialisasikan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan ataupun sampah yang berpotensi menyebabkan kebakaran secara luas.


"Saya minta semuanya berperan. Jika ditemukan atau mendapat laporan terjadi kebakaran lahan baik di pinggir jalan. Segera bersama-sama berupaya memadamkan dan melaporkan ke Polsek terdekat. Sehingga, mencegah kebakaran tidak meluas dan membahayakan pemukiman masyarakat,"jelas dia.


Kapolres Mura menambahkan disaat kemarau ekstrim atau dikenal super El Nino Godzilla semua masyarakat peduli dengan pemukiman dan kondisi alam yang ada. Saling mengingatkan untuk tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan untuk pertanian dan perkebunan. Karena, sudah banyak contoh dijerat sangsi pidana berat.


"Jadi kepedulian antar sesama mencegah terjadinya bencana. Untuk kita bersama melindungi ekosistem. Jaga hutan jaga kehidupan,"pungkasnya.



Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, SH, SIK, MH didampingi pejabat utama melihat modifikasi mobil patroli dilengkapi peralatan toren pemadaman api untuk karhutla, di Mapolres Mura.

Share:

Saturday, August 22, 2026

Berkat Pendekatan Persuasif , Pelaku Pembunuhan di Muara Lakitan Serahkan Diri ke Polres Musi Rawas


 

​MUSI RAWAS,PWO — Berkat pendekatan persuasif dan kerja sama yang baik antara kepolisian dengan pihak keluarga, pelarian pelaku tindak pidana penganiayaan berat yang berujung kematian di Desa Semeteh, Kecamatan Muara Lakitan, akhirnya berakhir. Pelaku berinisial DK (40) secara kooperatif menyerahkan diri kepada pihak berwajib pada Jumat, 21 Agustus 2026.


​Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (19/8/2026) sekira pukul 00.30 WIB di area parkir tempat hajatan di Desa Semeteh, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas.

​Berdasarkan data kepolisian, korban bernama Radiansyah bin Rahmat (38), seorang petani warga Desa Semeteh. Korban diserang saat hendak pulang bersama istrinya dari acara hajatan setelah terjadi kesalahpahaman di area parkir. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami tiga luka tusuk dan dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Muara Lakitan.


​Upaya Pendekatan dan Penyerahan Diri

​Berkat gerak cepat Polsek Muara Lakitan yang melakukan penggalangan intensif kepada pihak keluarga, tersangka DK (40), warga Kelurahan Muara Lakitan, akhirnya bersedia menyerahkan diri.

​Pada Jumat (21/8/2026) sekira pukul 18.30 WIB, bertempat di RT 03 Kelurahan Muara Lakitan, tersangka diserahkan melalui perantara keluarga dan AIPTU Yusuf (Anggota Polsek Muara Kelingi). Tim Opsnal Satreskrim Polres Musi Rawas langsung mengamankan tersangka guna proses penyidikan lebih lanjut.


​Dari hasil interogasi awal, pelaku mengakui perbuatannya melakukan penusukan sebanyak tiga kali akibat merasa tersinggung karena tersenggol oleh korban di area parkir motor.


 Sejumlah barang bukti berupa pakaian korban dan pelaku turut diamankan, sementara tersangka dijerat dengan Pasal 458 ayat (1) KUHP atau Pasal 469 ayat (2) KUHP.

​Menanggapi insiden ini, Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta didampingi Kasatreskrim Polres Mura AKP Redho Agus Suhendra menyampaikan pernyataan resmi yang mengedepankan empati sekaligus apresiasi:


​"Pertama-tama, kami atas nama jajaran Kepolisian Resor Musi Rawas menyampaikan turut berdukacita yang mendalam kepada keluarga almarhum Radiansyah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini."


​"Kami juga memberikan apresiasi yang tinggi serta ucapan terima kasih kepada pihak keluarga tersangka yang telah bersikap kooperatif dan mempercayakan penanganan perkara ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian melalui pendekatan persuasif yang humanis. Kami pastikan proses hukum akan berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan."ujar Kapolres

Share:

Comments

Blog Archive