Cepat Tepat dan Akurat


Friday, June 26, 2026

JAKUMDU Jadi Wajah Baru Pelayanan Hukum di Musi Rawas, Kejari Luncurkan 5 Inovasi Unggulan untuk Cegah Korupsi dan Layani Masyarakat


Musi Rawas,PWO- Kejaksaan Negeri Musi Rawas terus membuktikan bahwa penegakan hukum tidak hanya identik dengan proses penindakan, tetapi juga harus diiringi pelayanan publik yang inovatif, mudah diakses, dan berpihak kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penerangan Hukum bertema JAKUMDU (Jaringan Hukum Terpadu) yang digelar pada Kamis (25/6/2026).


Melalui forum tersebut, Kejari Musi Rawas memperkenalkan lima inovasi unggulan yang menjadi bagian dari transformasi pelayanan hukum. Kelima inovasi ini dirancang untuk memperkuat fungsi pencegahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.


Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas menegaskan bahwa JAKUMDU merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan hukum yang lebih modern dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital.


"Melalui kegiatan penerangan hukum ini, kami ingin memastikan bahwa pelayanan Kejaksaan semakin mudah diakses, transparan, akuntabel, serta benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat," ungkapnya.

Inovasi pertama yang diperkenalkan adalah CEKALIN (Cegah Korupsi Lewat Intelijen). Program ini mengedepankan fungsi intelijen sebagai garda terdepan dalam mendeteksi potensi penyimpangan sebelum berkembang menjadi tindak pidana korupsi. Dengan langkah preventif tersebut, Kejaksaan berharap tercipta tata kelola pemerintahan yang semakin bersih, profesional, dan berintegritas.


Tak hanya fokus pada pencegahan korupsi, Kejari Musi Rawas juga menghadirkan LARUTAN (Layanan Elektronik Besuk Tahanan). Inovasi ini mempermudah keluarga tahanan melakukan komunikasi maupun kunjungan melalui sistem elektronik yang lebih tertib, efisien, aman, dan terdokumentasi dengan baik.


Selanjutnya, masyarakat kini memiliki akses lebih mudah untuk menyampaikan laporan melalui SIPADUKA (Sistem Pelaporan dan Pengaduan Masyarakat). Sistem ini menjadi kanal resmi yang memungkinkan masyarakat memberikan laporan, pengaduan, maupun informasi secara cepat, mudah, dan terintegrasi sebagai bentuk partisipasi aktif dalam mendukung penegakan hukum.


Di bidang pengawasan anggaran, Kejari Musi Rawas menghadirkan SIPANDA (Sistem Informasi Pengendalian Pendampingan Belanja Daerah). Inovasi ini berfungsi mengawal penggunaan anggaran pemerintah daerah agar tetap sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga pembangunan dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan akuntabel.


Sementara itu, inovasi yang paling menyentuh kebutuhan masyarakat adalah PAIS BAUNG (Pelayanan Antar Gratis Barang Bukti Tanpa Pungutan). Melalui layanan ini, masyarakat dapat memperoleh kembali barang bukti miliknya secara cepat, transparan, tanpa dipungut biaya, bahkan dapat diantarkan sesuai prosedur yang berlaku. Program ini menjadi bukti bahwa pelayanan Kejaksaan kini semakin sederhana, mudah, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.


Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas berharap kehadiran JAKUMDU mampu memperkuat sinergi antara Kejaksaan, Pemerintah Daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menciptakan pelayanan hukum yang profesional serta berorientasi pada kepentingan publik.


Menurutnya, keberhasilan berbagai inovasi tersebut tidak terlepas dari dukungan masyarakat. Karena itu, Kejaksaan membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan kritik, saran, maupun masukan demi penyempurnaan pelayanan.


"Partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam mendukung keberhasilan berbagai inovasi pelayanan yang telah dikembangkan. Melalui masukan, pertanyaan, dan keterlibatan masyarakat, kami dapat terus melakukan penyempurnaan sehingga layanan yang diberikan semakin efektif, tepat guna, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas.


Melalui JAKUMDU, Kejaksaan Negeri Musi Rawas kembali menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan hukum yang berintegritas, profesional, dan humanis. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung terwujudnya pemerintahan yang bersih, transparan, bebas korupsi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan.


Dengan semangat "Melayani dengan Integritas, Profesionalisme, dan Humanisme," Kejaksaan Negeri Musi Rawas optimistis lima inovasi unggulan tersebut akan menjadi fondasi pelayanan hukum yang lebih modern, adaptif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Musi Rawas.


Kegiatan penerangan hukum ini turut dikoordinasikan oleh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Musi Rawas, Rio Purnama, S.H., M.H., sebagai bagian dari upaya memperkuat edukasi hukum dan membangun budaya sadar hukum di tengah masyarakat. (rls)

Share:

Dugaan Penyimpangan Dana BOS SD dan SMP Musi Rawas Naik Ke Tahap Penyidikan


MUSIRAWAS,PWO - Kejaksaan Negeri Musi Rawas resmi meningkatkan penanganan kasus dugaan penyimpangan dana BOS pada belanja papan bagan narkotika pada SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas tahun anggaran 2025 dari tahap penyelidikan naik ke tahap penyidikan.


Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas, Dr Ema Siti Huzaemah Ahmad SH,MH melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Imam Murtadlo,SH,MH membenarkan hal tersebut. 


"Benar, dugaan penyimpangan dana BOS pada belanja papan bagan narkotika SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas tahun anggaran 2025 saat ini sudah memasuki tahapan penyidikan, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Musi Rawas nomor: PRINT-01/L.6.25/Fd.2/05/2026", ujar Imam Murtadlo kepada wartawan Kamis (25/6/2026).


Dijelaskan, saat ini masih berproses dengan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan dan melakukan koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menghitung kerugian negara. 


“Mohon dukungan dan kerjasama dari rekan-rekan media untuk kami dapat bekerja dengan baik dan mengungkap kasus ini”,pungkasnya.


Sebagaimana diketahui, belanja spanduk atau baleho papan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika yang dianggarkan menggunakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama dalam wilayah kabupaten Musi Rawas diduga menyimpang dan menjadi ajang bancakan.


Untuk membeli barang alat peraga sekolah berupa baliho P4GN, kepala sekolah harus mengeluarkan dana sebesar Rp 2.750.000 (Dua Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) untuk empat buah baliho ukuran sekitar 80cm x 120cm per pcs.


Sejumlah Kepala Sekolah baik SD maupun SMP kepada wartawan menuturkan, pembelian 4pcs baliho sosialisasi P4GN menggunakan dana BOS dan masuk dalam RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) melalui SIPlah (Sistem Pengadaan Sekolah/online marketplace) yang patut diduga telah ditentukan/ditunjuk.


Dugaan ini bukan tak berdasar, mengingat Ratusan Sekolah baik SD maupun SMP dalam wilayah Kabupaten Musirawas belanja di Toko atau tempat yang sama, sekalipun melalui marketplace secara online. (ica)

Share:

Jaga Komunikasi Jangka Panjang dan Berikan Tali Asih, Kapolres Lubuklinggau Anjangsana Kekediaman Senior Polri


LUBUK LINGGAU,PWO – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Lubuk Linggau Polda Sumatera Selatan menggelar kegiatan anjangsana ke kediaman para Purnawirawan Polri dan Warakawuri pada Jumat (26/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menjaga tali silaturahmi sekaligus bentuk penghormatan atas dedikasi yang telah diberikan oleh para senior Korps Bhayangkara.


Kegiatan anjangsana ini dipimpin langsung oleh Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi, dengan didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Lubuk Linggau. Turut serta dalam rombongan tersebut sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Lubuk Linggau, personel kedinasan, serta pengurus Bhayangkari. Rombongan secara resmi bertolak (*start*) dari Rumah Dinas Kapolres Lubuk Linggau sebelum menuju ke lokasi sasaran.


Menyambangi Empat Lokasi Kediaman Senior Polri


Dalam peninjauan dinas kali ini, Kapolres bersama rombongan menyambangi empat lokasi kediaman Purnawirawan dan Warakawuri yang berada di wilayah hukum Kota Lubuk Linggau. Di setiap lokasi, kehadiran rombongan disambut dengan suasana hangat dan penuh rasa kekeluargaan.


Adapun empat lokasi yang dikunjungi dalam kegiatan anjangsana ini meliputi:


1. Kediaman Kapten Pol (Purn) Padang Siregar, yang beralamatkan di Jalan Kemang II, RT 05, No 36, Kelurahan Watervang.

2. Kediaman Serma Subadio, yang beralamatkan di Jalan Mawar Merah, Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II.

3. Kediaman Kapten H.M. Zawawi Syukur, yang berada di wilayah Kelurahan Pasar Satelit.

4. Kediaman Ibu Amir (Warakawuri), yang beralamatkan di Jalan Apel, Kelurahan Watervang.


Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Adithia Bagus Arjunadi, mengungkapkan bahwa kegiatan anjangsana ini bukan sekadar pemenuhan agenda seremonial tahunan belaka. Lebih dari itu, kegiatan ini memiliki nilai filosofis yang mendalam sebagai bentuk pengakuan dan penghormatan setinggi-tingginya dari generasi penerus Polri terhadap para pejuang yang telah meletakkan fondasi keamanan di wilayah Lubuk Linggau.


"Purnawirawan dan Warakawuri adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar Polri. Pengabdian dan pemikiran yang telah mereka berikan di masa lalu merupakan bagian penting dari kemajuan institusi saat ini. Melalui anjangsana dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin memastikan bahwa hubungan emosional dan komunikasi dengan para senior tetap terjaga dengan baik," ujar AKBP Adithia Bagus Arjunadi.


Sebagai wujud perhatian dan kepedulian sosial, dalam kesempatan tersebut Kapolres bersama Ketua Bhayangkari juga menyerahkan bingkisan tali asih kepada para Purnawirawan dan Warakawuri. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat serta menjadi penyemangat bagi para senior dalam menjalani masa purnabakti.


Sementara itu, para Purnawirawan dan Warakawuri yang dikunjungi menyampaikan rasa haru dan terima kasih yang mendalam atas perhatian yang terus diberikan oleh jajaran Polres Lubuk Linggau. Mereka mendoakan agar di usia yang ke-80 ini, institusi Polri, khususnya Polres Lubuk Linggau, dapat semakin profesional, presisi, dan selalu dicintai oleh masyarakat dalam menjalankan tugasnya.

Share:

Momentum Menghidupkan Syiar Islam di Bulan Mulia, Gelar Doa Bersama dan Penyerahan Tali Asih


LUBUK LINGGAU,PWO – Memasuki momentum sakral bulan Muharram 1448 Hijriah, Yayasan Pondok Al-Fatih Kota Lubuk Linggau menggelar kegiatan kerohanian berupa Santunan dan Doa Bersama Anak Yatim, Piatu, serta Dhuafa pada Kamis malam (25/6/2026). Kegiatan religius ini dipusatkan di markas yayasan yang beralamatkan di Jalan Kalur, RT 10, Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II.


Acara yang berlangsung penuh khidmat ini dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Pondok Al-Fatih Kyai Anisul Fuad, S.Ag., Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi, Kapolsek Lubuk Linggau Selatan Iptu Dedi Ardiyanto, Kasat Samapta AKP Subardi, serta Kasat Binmas AKP Nyoman Sutisna.


Turut hadir dari unsur pemerintah daerah dan kewilayahan, antara lain Camat Lubuk Linggau Selatan II Sdri. Widiya Wulan Dari, Lurah Marga Rahayu Sdr. Sudarso, serta para tokoh agama dan tamu undangan kemasyarakatan yang berjumlah kurang lebih 50 orang.


Kegiatan doa bersama dan penyerahan tali asih ini diinisiasi sebagai wujud nyata dalam menghidupkan syiar Islam di bumi Silampari, sekaligus memanifestasikan keutamaan bulan Muharram yang dikenal sebagai bulannya anak yatim. Bertepatan dengan hari Asyura, jajaran Polres Lubuk Linggau bersama pihak yayasan ingin mengetuk pintu langit melalui lantunan doa keselamatan bangsa yang dipimpin oleh para santri dan anak-anak yatim.


Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Pondok Al-Fatih, Kyai Anisul Fuad, S.Ag., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kehadiran serta kepedulian yang ditunjukkan oleh jajaran kepolisian dan pemerintah kecamatan. Sinergi ini dinilai menjadi potret indah hubungan umara (pemimpin) dan ulama dalam memperhatikan kesejahteraan mental serta sosial anak-anak yang kehilangan orang tua.


Penyaluran Santunan untuk 50 Penerima Manfaat


Sebagai puncak acara, Kapolres Lubuk Linggau bersama Ketua Yayasan dan unsur Forkopimcam menyerahkan santunan secara langsung kepada 50 orang penerima manfaat yang berhak. Bantuan tersebut disalurkan dengan rincian peruntukan bagi 40 anak yatim dan piatu, serta 10 orang warga dhuafa prasejahtera yang tinggal di lingkungan sekitar pondok pesantren.


Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Adithia Bagus Arjunadi, mengungkapkan bahwa kehadiran Polri dalam ruang-ruang keagamaan seperti ini merupakan komitmen jangka panjang untuk selalu dekat dan hadir di tengah-tengah masyarakat.


"Bulan Muharram membawa pesan kepedulian sosial yang sangat kuat. Melalui doa bersama anak-anak kita yang mulia ini, kami berharap wilayah hukum Kota Lubuk Linggau selalu diberkahi dengan keamanan, ketertiban, dan kedamaian. Santunan ini mungkin tidak seberapa, namun ini adalah bentuk kasih sayang dan tanggung jawab moril kami untuk memastikan mereka terus tersenyum dan bersemangat meraih cita-cita," pungkas AKBP Adithia Bagus Arjunadi.


Acara ritual keagamaan tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan diwarnai suasana penuh haru saat prosesi penyerahan santunan berlangsung. Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama seluruh jajaran pengurus, pejabat dinas, serta anak-anak yatim binaan Yayasan Al-Fatih.

Share:

Rumah Kades di Muara Kelingi Ludes Terbakar, Kapolres Musi Rawas Ingatkan Bahwa Instalasi Listrik Harus Sesuai SNI


MUSI RAWAS,PWO – Sebuah rumah milik Kepala Desa Tugu Sempurna, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas, hangus dilalap si jago merah pada Kamis (25/6/2026) malam sekitar pukul 20.15 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.


Rumah yang terbakar diketahui merupakan milik Muhlasin, Kepala Desa Tugu Sempurna. Saat kebakaran terjadi, Muhlasin bersama istri dan anaknya sedang menghadiri kegiatan yasinan di rumah keluarga yang berjarak sekitar 500 meter dari kediamannya.


Di dalam rumah hanya terdapat menantunya, Debi Agustia Putri (18), bersama putrinya yang masih berusia delapan bulan. Saat hendak keluar dari kamar, Debi mendapati kobaran api telah membesar dan dengan cepat melahap bagian dalam rumah hingga ke atap.


Dalam kondisi panik, Debi memilih menyelamatkan diri bersama bayinya dengan keluar melalui jendela kamar. Keduanya berhasil selamat tanpa mengalami luka.


Warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, seperti ember, tangki elektrik, dan alat penyemprot air sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 WIB.


Kapolsek Muara Kelingi Iptu Hendra bersama personel segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi.


Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting arus listrik. Hingga saat ini, polisi belum menemukan adanya unsur kesengajaan maupun tindak pidana dalam peristiwa tersebut.


Imbauan Kapolres Musi Rawas


> Menyikapi insiden ini, Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.Hum., memberikan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama yang dipicu oleh korsleting listrik.


> "Kami mengingatkan warga untuk selalu memeriksa instalasi listrik di rumah secara berkala. Pastikan menggunakan kabel atau peralatan elektronik yang standar (SNI). Selain itu, cabut alat elektronik yang tidak digunakan dan jangan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong tanpa memeriksa kompor atau aliran listrik terlebih dahulu," ujar AKBP Agung Adhitya Prananta.

Akibat kebakaran itu, rumah mengalami kerusakan berat. Atap dan sebagian besar isi rumah tidak dapat diselamatkan. Sementara itu, keluarga Muhlasin untuk sementara mengungsi dan tinggal di rumah kerabat yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.


Pihak kepolisian menyatakan penyelidikan akan terus dilakukan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

Share:

Wednesday, June 24, 2026

Polres Lubuk Linggau Musnahkan 1,4 KG Sabu Hasil Operasi dari Lima Tersangka


LUBUK LINGGAU,PWO– Kepolisian Resor (Polres) Lubuk Linggau Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Kota Lubuk Linggau. Komitmen tersebut dibuktikan melalui pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1,4 kilogram yang dilaksanakan di halaman Mapolres Lubuk Linggau pada Selasa (23/6/2026).


Kegiatan pemusnahan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Adhitia Bagus Arjunadi, dan dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Di antaranya tampak hadir Walikota Lubuk Linggau H. Rachmat Hidayat yang diwakili Asisten I Heri Zulianta, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) yang diwakili Kasipidum R. Andra Kurniawan, serta Ketua Pengadilan Negeri yang diwakili Panitera Pengadilan Akhmad Tei Habibi.


Selain itu, turut hadir mendampingi Kepala BPOM yang diwakili Ketua Penindakan Teri Rangga, Kalapas Narkotika Kelas IIA Lubuk Linggau yang diwakili Kepala KPLP Rizki Tarmuzi, serta perwakilan dari Tim Bidang Laboratorium Forensik (Bidlafor) Polda Sumatera Selatan.


Dalam keterangannya, Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adhitia Bagus Arjunadi menjelaskan bahwa barang bukti sabu dengan total berat mencapai 1,4 kilogram tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus yang dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lubuk Linggau dalam kurun waktu dua bulan terakhir, tepatnya periode April hingga Mei 2026.


"Seluruh barang bukti narkotika yang kita musnahkan hari ini disita dari lima orang tersangka yang berhasil diamankan oleh jajaran Satresnarkoba. Para tersangka tersebut masing-masing berinisial AP, ZA, RT, MY, dan TS," ujar AKBP Adhitia Bagus Arjunadi.


Pemusnahan ini dilakukan sebagai bagian dari langkah yuridis formal untuk memastikan barang bukti hasil kejahatan tidak disalahgunakan, sekaligus mempercepat proses hukum para tersangka ke tingkat peradilan.


Metode Pemusnahan Menggunakan Cairan Kimia dan Detergen


Sebelum proses pemusnahan dimulai, Tim Bidlafor Polda Sumsel terlebih dahulu melakukan uji laboratorium di tempat guna memastikan keaslian kandungan metamfetamin yang terdapat di dalam kristal putih sabu tersebut. Setelah dinyatakan positif sebagai narkotika, proses pemusnahan baru dilakukan secara terbuka.


Pemusnahan barang bukti dilakukan dengan metode melarutkan kristal sabu ke dalam alat blender yang telah diisi air campuran detergen bubuk dan cairan pembersih lantai (wipol). Kapolres bersama perwakilan instansi penegak hukum dan pemerintah daerah secara bergantian memasukkan sabu ke dalam blender hingga hancur dan larut sepenuhnya. Setelah hancur, cairan limbah pemusnahan tersebut kemudian langsung dibuang ke dalam saluran pembuangan khusus yang aman agar tidak menyisakan efek bahaya bagi lingkungan sekitar.


Langkah tegas pemusnahan ini diharapkan dapat menyelamatkan ribuan jiwa generasi muda di Kota Lubuk Linggau dari ancaman laten narkotika. Polres Lubuk Linggau bersama seluruh instansi terkait juga mengimbau masyarakat untuk terus proaktif memberikan informasi terkait adanya aktivitas peredaran narkoba demi mewujudkan Kota Lubuk Linggau yang bersih dari narkoba.

Share:

Polres Lubuk Linggau bersama Polres Musi Rawas Polda Sumatera Selatan melaksanakan upacara dan tabur bunga di Taman Makam Patria Bukit Sulap


LUBUK LINGGAU,PWO – Menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026 mendatang, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lubuk Linggau bersama Polres Musi Rawas Polda Sumatera Selatan melaksanakan upacara ziarah rombongan dan tabur bunga secara bersama-sama di Taman Makam Pahlawan (TMP) Patria Bukit Sulap, Kota Lubuk Linggau, pada Rabu (24/6/2026).


Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini dipimpin langsung oleh Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi dan Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta.


Hadir dalam upacara penghormatan tersebut para Pejabat Utama (PJU) dari kedua polres, jajaran perwira, personel bintara, serta pengurus beserta Bhayangkari Cabang Lubuk Linggau dan Bhayangkari Cabang Musi Rawas.


Prosesi Upacara dan Peletakan Karangan Bunga


Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan umum kepada arwah para pahlawan yang dipimpin oleh inspektur upacara. Suasana haru dan khidmat menyelimuti TMP Patria Bukit Sulap saat seluruh peserta upacara melakukan prosesi mengheningkan cipta (hening cipta) untuk mengenang dan mendoakan jasa-jasa para pejuang yang telah gugur demi kemerdekaan bangsa.


Acara kemudian dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga utama di tugu prasasti makam pahlawan oleh Kapolres Lubuk Linggau dan Kapolres Musi Rawas secara bersamaan. Langkah ini menjadi simbol penghormatan tertinggi dari institusi Polri atas pengorbanan jiwa dan raga para pendahulu negara.


Setelah upacara formal selesai, kedua Kapolres beserta rombongan PJU dan Bhayangkari bergerak menuju area pemakaman untuk melaksanakan prosesi tabur bunga di atas makam para pahlawan, seraya memanjatkan doa bersama.


Meneladani Semangat Juang untuk Pengabdian Polri


Di sela-sela kegiatan, Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi, menyampaikan bahwa ziarah rombongan lintas polres ini bukan sekadar agenda tahunan seremonial dalam menyambut Hari Bhayangkara. Lebih mendalam, kegiatan ini merupakan sarana refleksi moral dan spiritual bagi seluruh personel kepolisian yang masih aktif bertugas.


"Esensi dari ziarah ke Taman Makam Pahlawan ini adalah untuk menanamkan kembali nilai-nilai kejuangan, patriotisme, dan keikhlasan yang telah dicontohkan oleh para pahlawan kita. Semangat pantang menyerah itulah yang harus diadopsi oleh setiap personel Polri saat ini dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman yang maksimal kepada masyarakat," tegas AKBP Adithia Bagus Arjunadi.


Senada dengan hal tersebut, Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta menambahkan bahwa sinergitas antara Polres Lubuk Linggau dan Polres Musi Rawas dalam kegiatan ziarah ini merefleksikan soliditas internal Korps Bhayangkara di wilayah Bumi Silampari. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, diharapkan institusi Polri semakin presisi dan dicintai oleh masyarakat.


Kegiatan ziarah bersama ini berjalan dengan aman, lancar, dan tertib, serta ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas dan komitmen bersama untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui pengabdian terbaik di kepolisian.

Share:

Capaian Luar Biasa Bidang IKPA, Polres Lubuk Linggau Dapat Penghargaan Dari Kapolri


PALEMBANG,PWO – Prestasi membanggakan di bidang tata kelola keuangan negara kembali diukir oleh personel Polres Lubuk Linggau Polda Sumatera Selatan. Kepala Seksi Keuangan (Kasikeu) Polres Lubuk Linggau, Aiptu Rudi Cahyono, secara resmi menerima penghargaan bergengsi dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.


Apresiasi tertinggi dari pimpinan Polri ini diberikan atas capaian luar biasa Aiptu Rudi Cahyono sebagai Bendahara Satuan Kerja (Satker) yang berhasil memperoleh nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) sempurna atau mencapai nilai 100 pada Tahun Anggaran 2025.


Prosesi penyerahan penghargaan tersebut berlangsung khidmat di Hotel Grand Zuri, Palembang, pada Selasa (23/6/2026). Mengingat pentingnya momentum ini, penghargaan dari Kapolri diserahkan secara langsung oleh Kepala Bidang Keuangan (Kabidkeu) Polda Sumsel, Kombes Pol Hermawan, kepada Kasikeu Polres Lubuk Linggau di hadapan para pejabat fungsi keuangan jajaran Polda Sumsel.


Manifestasi Pengelolaan Anggaran yang Akuntabel dan Transparan


Capaian nilai IKPA sempurna (100) bukanlah hal yang mudah untuk diraih. Indikator ini merupakan alat ukur yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan untuk menilai kualitas pelaksanaan anggaran belanja kementerian atau lembaga dari beberapa aspek, mulai dari kesesuaian perencanaan, efektivitas pelaksanaan kegiatan, kepatuhan terhadap regulasi, hingga efisiensi pelaksanaan anggaran.


Keberhasilan Seksi Keuangan (Sikeu) Polres Lubuk Linggau dalam mempertahankan nilai sempurna sepanjang tahun anggaran 2025 menunjukkan adanya komitmen yang kuat, ketelitian yang tinggi, serta kedisiplinan administrasi yang matang dalam mengelola keuangan negara. Hal ini juga menjadi bukti nyata pelaksanaan prinsip akuntabilitas dan transparansi di tubuh Polres Lubuk Linggau.


Apresiasi dan Motivasi bagi Institusi


Dalam kesempatan tersebut, Kabidkeu Polda Sumsel Kombes Pol Hermawan menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangganya atas dedikasi yang ditunjukkan oleh Kasikeu Polres Lubuk Linggau. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi contoh baku dan pemantik motivasi bagi satker-satker lain di jajaran Polda Sumatera Selatan untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan.


Sementara itu, di tempat terpisah, keberhasilan ini disambut positif oleh seluruh jajaran Polres Lubuk Linggau. Penghargaan dari Kapolri ini menegaskan bahwa selain prima dalam menjalankan fungsi operasional pelayanan dan pengamanan masyarakat, Polres Lubuk Linggau juga menunjukkan performa yang sangat profesional dan unggul dalam bidang manajemen administrasi pendukung tugas kepolisian.

Share:

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Musi Rawas Sukses Gelar Turnamen E Sport Mobile Legend Kapolri CUP


MUSI RAWAS,PWO – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Musi Rawas sukses menggelar Turnamen E-Sport Mobile Legends Kapolri Cup 2026. Kompetisi sengit yang digandrungi generasi muda ini berlangsung selama dua hari, mulai Senin (21/6/2026) hingga Selasa (22/6/2026), bertempat di Gedung Atmani Wedhana, Mapolres Musi Rawas.


Acara ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat utama Polres Musi Rawas, di antaranya Wakapolres Kompol Azmi Halim Permana, S.I.K., M.A.P., Kasat Reskrim AKP Redho Agus Suhendra, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., Kasi Humas Ipda Aji Lamsari, serta seluruh jajaran panitia dan personel Polres Musi Rawas.


Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.Hum., didampingi Kasi Humas Ipda Aji Lamsari, membenarkan sekaligus mengapresiasi tinggi antusiasme luar biasa dari para peserta selama turnamen berlangsung.


"Turnamen E-Sport Mobile Legends Kapolri Cup 2026 ini sengaja kami gelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, khususnya di wilayah hukum Polda Sumatra Selatan," ujar AKBP Agung Adhitya Prananta saat dikonfirmasi pada Selasa (22/6/2026).


Wadah Positif Generasi Muda & Kedekatan Polri


Kapolres menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, ajang ini bukan sekadar kompetisi game biasa, melainkan wadah strategis bagi generasi muda untuk mengasah bakat di bidang olahraga elektronik (*e-sport*) yang kini telah bertransformasi menjadi industri olahraga modern.


"Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya nyata Polri untuk merangkul dan mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya kalangan milenial dan Gen Z," tambah Kapolres. 


Daftar Pemenang Turnamen

Setelah melalui pertarungan strategi yang sengit, turnamen ini melahirkan juara-juara baru yang berhak membawa pulang trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan. Berikut adalah daftar pemenangnya:

 Juara 1:  Tim *Galaxy* *(Lolos ke Tingkat Polda)*

 Juara 2: Tim Smanda 707 (Lolos ke Tingkat Polda)

 Juara 3: Tim *Nasty Villain* (Lolos ke Tingkat Polda)

 *Juara 4: Tim ML Skuy*


Sebagai bentuk apresiasi dan pembinaan lanjutan, Tim Galaxy, *Smanda 707, dan Nasty Villain*(Juara I, II, dan III) secara resmi akan ditunjuk sebagai perwakilan Polres Musi Rawas untuk bertanding di ajang E-Sport tingkat Polda Sumatera Selatan.


Secara keseluruhan, turnamen berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Tingginya animo peserta dan penonton membuktikan bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat dapat terjalin erat melalui kegiatan yang positif, kreatif, sekaligus mendukung pengembangan potensi digital generasi muda.

Share:

Polres Musi Rawas Musnahkan 2 Kilogram Sabu


Sumsel,PWO- Setelah mendapatkan ketetapan status barang bukti tindak pidana narkoba tangkapan 2 kg sabu bulan mei 2026 lalu, bertempat di Mapolres Musi Rawas telah dilaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu (23/06/2026).


Pada kegiatan tersebut, turut hadir Ketua Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Kepala BNNK Musi Rawas, Kalapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Kajari Musi Rawas diwakili Kasi PAPBB, Kadinkes Mura diwakili Kabid Pelayanan, Kepala BPOM Lubuklinggau, Kepala Pegadaian Lubuklinggau, Ketua GP Ansor Mura bersama praktisi hukum, yayasan rehab, media dan masyarakat lainnya.


Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta didampingi Kasatres Narkoba IPTU Jemmy Amin Gumayel menjelaskan,


"Kita telah memusnahkan narkoba hasil tangkapan 2 Kg bulan lalu,

dengan rincian Narkotika jenis sabu dengan berat Netto 1006,5 (seribu enam koma lima) gram, Narkotika jenis sabu dengan berat Netto 1009,15 (seribu sembilan koma lima belas) gram, Narkotika jenis sabu dengan berat Netto 48,30 (empat puluh delapan koma tiga puluh) gram, total 2 kilogram lebih" jelas Kapolres.


Pemusnahan sabu dilakukan dengan metoda mencampurkan serbuk kristal sabu dengan air sabun, lalu diblender, sebelum dimusnahkan, narkotika tersebut telah diuji oleh Tim Bidlabfor Polda Sumsel,


"Kegiatan pemusnahan ini dilakukan untuk mempermudah proses penyidikan, penuntutan dan pembuktian persidangan, termasuk juga memitigasi penyimpangan terhadap barang bukti narkoba, setelah diblender, kami bersama perwakilan secara bersama-sama menyaksikan, hadil blenderan kita masukan ke toilet, semuanya transparan" jelas Kapolres.


Terlihat kompak, stakeholders Kabupaten Musi Rawas, bersepakat dan berkomitmen untuk selalu membersamai dalam memerangi narkotika.

Share:

Comments

Blog Archive