Cepat Tepat dan Akurat


Thursday, May 21, 2026

​Wujudkan Hunian Layak, Polres Musi Rawas dan Pemkab Mura Bedah 2 unit Rumah di Srimulyo dan M.Sitiharjo


MUSI RAWAS,PWO – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Musi Rawas kembali menunjukkan komitmen nyata dalam bidang kepedulian sosial.


 Bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Pemkab Mura), Polres Mura menggelar kegiatan peletakan batu pertama program bedah rumah sebanyak 2 unit di dua kecamatan berbeda pada Rabu (20/5/2026) pagi.


​Kegiatan kemanusiaan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini dilaksanakan di Desa Srimulyo, Kecamatan STL Ulu Terawas, dan Desa M. Sitiharjo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas. 


Program kolaboratif ini juga dilakukan guna menyelaraskan Program Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Shandi Nugroho,S.I.K.,S.H.,M.Hum serta menyukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.


​Pada titik pertama di Desa Srimulyo, bantuan bedah rumah diberikan kepada Bapak Sukiman (95), seorang petani lansia. Hadir dalam acara tersebut Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta,S.H.,S.I.K.,M.H yang diwakili oleh Kasat Binmas AKP Amirudin Iskandar, Bupati Musi Rawas yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan Bp. M. Nasir, perwakilan Kajari Bp. Dwi, perwakilan Bank Sumsel Ibu Santi.


​Turut mendampingi Kapolsek STL Ulu Terawas AKP Dedy Purnomo, Danramil Terawas Kapten INF. Wel Edwar, Camat STL Ulu Terawas Bp. M. Pahip, M.Si., jajaran kepala desa, BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda setempat. Peletakan batu pertama di lokasi ini selesai secara simbolis pada pukul 10.45 WIB.


​Perjalanan berlanjut ke titik kedua di Desa M. Sitiharjo, Kecamatan Tugumulyo. Di lokasi ini, bantuan bedah rumah diserahkan kepada Bapak Agus Salim (36) yang juga berprofesi sebagai petani.


​Kegiatan di titik kedua dihadiri oleh unsur Forkopimda yang sama, dengan perwakilan Bupati Musi Rawas didelegasikan kepada Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Bp. Dr. Wahyu Wibisono Wahid, S.S.TP., M.E. Hadir pula Kapolsek Tugumulyo AKP Rusdan, S.H., Pabung Dandim 0406 LLG Mayor Hendri Sugiarto, serta Camat Tugumulyo Bp. P. Sujatmiko, S.Si., M.Pd.


 Rangkaian acara di lokasi kedua ini rampung pada pukul 12.15 WIB.

​Rangkaian acara di kedua lokasi berlangsung khidmat dan tertib, dimulai dari pembukaan, doa bersama, hingga kata sambutan dari kepala desa selaku perwakilan tuan rumah.


​Dalam sambutannya, Kapolres Musi Rawas AKBP.Agung Adhitya Prananta,S.H.,S.I.K.,M.H  yang diwakili oleh Kasatbinmas menekankan bahwa program bedah rumah ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dan pemerintah daerah di tengah masyarakat yang membutuhkan.


 Senada, Bupati Musi Rawas melalui Staf Ahli Bupati menyampaikan apresiasi atas sinergitas solid yang terbangun demi meningkatkan kesejahteraan dan kelayakan hidup warga Musi Rawas.


​Acara kemudian ditutup dengan prosesi peletakan batu pertama secara simbolis oleh para pejabat yang hadir dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. 


Bantuan ini diharapkan mampu mewujudkan Harapan masyarakat untuk mendapatkan Hunian yang Layak serta kedaulatan bangsa yang tangguh melalui kesejahteraan masyarakat yang merata.

Share:

Cegah Konflik Pertanahan Berkembang Lebih Besar, Polres Lubuk Linggau Gandeng BPN Gelar Pelatihan


LUBUK LINGGAU,PWO – Dalam rangka memperkuat kompetensi personel di garda terdepan, Kepolisian Resor (Polres) Lubuk Linggau Polda Sumatera Selatan menggelar Pelatihan Peningkatan Kemampuan Bhabinkamtibmas dalam Bidang Pertanahan. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan interaktif ini dilaksanakan di Aula Tathya Dharaka Mapolres Lubuklinggau pada Rabu, 20 Mei 2026.


Pelatihan strategis ini diinisiasi sebagai langkah konkret kepolisian dalam membekali para personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) agar memiliki pemahaman yang komprehensif terkait regulasi, hukum, dan penyelesaian sengketa pertanahan yang kerap terjadi di tengah masyarakat.


Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Lubuk Linggau, Yohanes Rustanto, S.S.T, M. Eng, yang juga bertindak sebagai narasumber utama. Kehadiran pihak otoritas pertanahan ini menegaskan sinergi yang kuat antara kepolisian dan BPN dalam menjaga stabilitas agraria di daerah.


Dari jajaran internal kepolisian, hadir Kasat Binmas Polres Lubuk Linggau AKP Nyoman Sutrisno yang memimpin jalannya acara, didampingi KBO Sat Binmas Ipda Bambang Sudiarsa, serta Ps. Kanit Bhabinkamtibmas Aiptu Juni Apriadi. Pelatihan ini juga diikuti secara penuh oleh para Kanit Binmas jajaran Polsek, seluruh personel Bhabinkamtibmas Polres Lubuk Linggau, personel Sat Binmas, serta sejumlah pegawai dari Kantor ATR/BPN Kota Lubuk Linggau.


Dalam arahannya, Kapolres Lubuk Linggau melalui Kasat Binmas AKP Nyoman Sutrisno menyampaikan bahwa persoalan pertanahan merupakan salah satu isu sensitif yang bersentuhan langsung dengan dinamika sosial masyarakat. Oleh sebab itu, Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri di lapangan harus memiliki bekal pengetahuan yang mumpuni agar mampu bertindak sebagai fasilitator dan problem solver yang presisi.


Bhabinkamtibmas senantiasa menjadi pihak pertama yang menerima aduan masyarakat, termasuk konflik batas tanah maupun legalitas lahan. Melalui pelatihan bersama ATR/BPN ini, diharapkan para personel dapat memberikan edukasi yang benar kepada warga serta mampu melakukan langkah deteksi dini guna mencegah konflik pertanahan berkembang menjadi gangguan kamtibmas yang lebih besar, ujar AKP Nyoman Sutrisno.


Sementara itu, Kepala ATR/BPN Kota Lubuk Linggau, Yohanes Rustanto, memaparkan materi mendalam mengenai prosedur pendaftaran tanah, pemahaman sertifikasi, hingga pemetaan potensi konflik agraria. Ia mengapresiasi langkah progresif Polres Lubuk Linggau yang tanggap dalam menyelaraskan kemampuan personelnya dengan regulasi pertanahan terbaru.

Sinergitas ini sangat positif. Dengan pemahaman yang selaras antara BPN dan kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas, proses sosialisasi program strategis nasional seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL dapat berjalan lebih lancar dan aman di tingkat kelurahan, ungkap Yohanes Rustanto.


Selama pelatihan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab terkait studi kasus riil yang sering mereka temukan di lapangan. Pola pendekatan yang humanis dan solutif menjadi penekanan utama agar kehadiran polisi di tengah konflik pertanahan mampu menghadirkan rasa keadilan dan ketenteraman bagi masyarakat.


Melalui pelaksanaan pelatihan ini, Polres Lubuk Linggau kembali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pengembangan kapasitas personel, demi terwujudnya penegakan hukum yang berkeadilan serta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Bumi Sebiduk Semare.


Sudahkah Anda Berbuat Baik Hari Ini?

Layanan Kepolisian Call Center : 110 Bebas Pulsa

KAMI SIAP MELAYANI 24 JAM

Share:

Wednesday, May 20, 2026

Polres dan Pemkot Lubuklinggau Gelar Gerakan Tanam Padi Serentak


LUBUK LINGGAU,PWO – Pemerintah Kota Lubuk Linggau bersama Kepolisian Resor (Polres) Lubuk Linggau dan unsur Forkopimda mengambil langkah taktis dalam memitigasi risiko krisis pangan global dengan menggelar Gerakan Tanam Padi Serentak, Selasa (19/05/2026). Aksi nyata yang dipusatkan di kawasan persawahan Jalan Kerto Mas, Kelurahan Karang Ketuan, Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II ini, dibidik sebagai strategi krusial daerah dalam menghadapi tantangan anomali cuaca fenomena El NiƱo yang diprediksi melanda sepanjang tahun 2026.


Langkah mitigasi hulu ini menjadi sangat vital guna mengamankan sekaligus memastikan target produksi padi domestik di wilayah Kota Lubuk Linggau tetap berada pada grafik yang stabil.


Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Walikota Lubuk Linggau H. Rustam Effendi, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Emra Endi Kusuma, Kepala Dinas Pertanian Hj. Dwi Eri Yanti, serta jajaran unsur pimpinan daerah lainnya. Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru turut memantau jalannya kegiatan secara daring melalui sektor virtual, seraya memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Kota Lubuk Linggau dalam mempertahankan dan mengoptimalkan sektor agraris di tengah dinamika perkembangan kawasan perkotaan.


Sinergi Kamtibmas dan Kesejahteraan Petani


Polres Lubuk Linggau menaruh perhatian penuh pada program nasional ini dengan menerjunkan langsung Kasat Binmas AKP Nyoman Sutrisno beserta jajaran personel Sat Binmas di garis depan. Kehadiran fungsi pembinaan masyarakat ini bukan sekadar menghadiri seremonial, melainkan menjadi representasi komitmen institusi Polri dalam mengawal stabilitas ekonomi masyarakat dari sektor fundamental, yaitu kedaulatan pangan.


Kapolres Lubuk Linggau Polda Sumatera selatan AKBP Adithia Bagus Arjunadi, melalui Kasat Binmas AKP Nyoman Sutrisno menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan pilar pendukung utama bagi terciptanya Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif. Jika kebutuhan pangan dasar masyarakat terpenuhi dengan baik, maka potensi kerawanan sosial di tengah fluktuasi ekonomi dapat ditekan secara signifikan.


Regulasi Protektif Terhadap Lahan Produktif


Gerakan tanam serentak ini juga menjadi momentum refleksi bersama akan pentingnya perlindungan terhadap lahan pertanian produktif melalui penguatan regulasi lokal. Di tengah laju modernisasi kota, komitmen Forkopimda untuk menjaga luasan sawah lestari menjadi kunci agar keberlanjutan pasokan pangan di Bumi Sebiduk Semare tidak tergerus oleh alih fungsi lahan.


Melalui pendekatan yang humanis dan partisipatif, Sat Binmas Polres Lubuk Linggau bersama penyuluh pertanian terus membangun komunikasi intensif dengan kelompok tani setempat. Hal ini guna menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pola tanam yang adaptif terhadap perubahan iklim serta pemanfaatan teknologi pertanian modern.


Antusiasme dan sinergi yang ditunjukkan oleh masyarakat, pemerintah daerah, dan kepolisian dalam kegiatan ini merefleksikan optimisme bersama bahwa melalui persiapan yang matang dan kolaboratif, Kota Lubuk Linggau mampu swasembada secara mandiri dan tetap tangguh di tengah ancaman dampak El NiƱo 2026.

Layanan Kepolisian Call Center : 110 (Bebas Pulsa)

*"KAMI SIAP MELAYANI 24 JAM"*

Share:

Satlantas, Polres Lubuk Linggau Polda Sumatera Selatan menggelar kegiatan rohani bertajuk "Lalu Lintas Dalam Doa"


LUBUK LINGGAU,PWO – Guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lubuk Linggau Polda Sumatera Selatan menggelar kegiatan rohani bertajuk "Lalu Lintas Dalam Doa" (LDD), Rabu (20/05/2026).


Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Gedung Satlantas Polres Lubuk Linggau dan diikuti oleh seluruh personel Satlantas, mulai dari perwira, bintara, hingga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan satuan tersebut.


Ikhtiar Lahir dan Batin


Kapolres Lubuk Linggau Polda Sumatera selatan AKBP Adithia Bagus Arjunadi, melalui Kasat Lantas AKP Desi Azhari menjelaskan bahwa program "Lalu Lintas Dalam Doa" ini merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk membekali mental dan spiritual para personel sebelum maupun sesudah melaksanakan tugas penegakan hukum dan pengaturan arus lalu lintas di lapangan.


"Tugas kepolisian di bidang lalu lintas sangat kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, selain kesiapan fisik dan sarana prasarana, kesiapan mental dan rohani juga menjadi prioritas utama. Melalui LDD ini, kita mengetuk pintu langit agar seluruh personel selalu diberikan keselamatan, kelancaran, dan keikhlasan dalam melayani masyarakat," ujarnya.


Dalam kegiatan tersebut, rangkaian acara diisi dengan pembacaan doa bersama, zikir, serta bimbingan rohani singkat yang menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan sikap humanis saat berhadapan dengan pengguna jalan.


Menekan Angka Kecelakaan Lewat Doa dan Edukasi


Selain mendoakan keselamatan para personel yang bertugas, dalam kegiatan LDD ini jajaran Satlantas juga secara khusus memanjatkan doa agar masyarakat Kota Lubuk Linggau senantiasa diberikan kesadaran untuk tertib berlalu lintas, sehingga angka kecelakaan di jalan raya dapat terus ditekan.


Kehadiran program inovatif ini diharapkan mampu membentuk karakter ikhlas dan presisi pada setiap anggota polantas, sehingga pelayanan publik di Satlantas Polres Lubuk Linggau—baik dalam hal pengurusan SIM, STNK, maupun penjagaan di jalan raya—dapat berjalan semakin optimal dan dicintai masyarakat.


Hingga kegiatan berakhir, suasana di Gedung Satlantas terpantau penuh dengan kekhusyukan dan berjalan dengan lancar tanpa menghambat pelayanan administrasi publik yang tetap beroperasi seperti biasa.

Call Center : 110 (Bebas Pulsa)

"KAMI SIAP MELAYANI 24 JAM"

Share:

Tuesday, May 19, 2026

Polisi Amankan Tiga Pelaku Penembakan di Desa Semeteh


Musi Rawas,PWO- Sempat mencekam, dalam waktu kurang dari 24 jam, akhirnya tiga pelaku tindak pidana kekerasan terhadap orang secara bersama-sama di Desa Semeteh Kecamatan Muara Lakitan, diamankan Tim Opsnal Satreskrim Polres Musi Rawas (Mura) dan Polsek Muara Lakitan, Selasa, (19/05/2026).


Adapun ketiga pelaku yakni JA (62), LA (27), AR (21), SI dan RA (belum tertangkap), kelimanya adalah warga Desa Semeteh Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas (Mura).


Kapolres Mura, AKBP Agung Adhitya Prananta, membenarkan telah diamankannya tiga pelaku anirat tsb, sedangkan dua terduga pelaku lainnya, sampai saat ini masih dalam pengejaran.


Adapun tindak pidana tersebut terjadi sekira pukul 14.00 WIB (18/05/26) di rumah korban SA. Yang mana saat itu Para korban sedang berkumpul dan diserang oleh kelompok para Pelaku.


Kejadian bermula saat HN melihat kendaraan angkutan tangki Crude Palm Oil (CPO), lalu menghadang truk tersebut, Tiba-tiba datang mobil Toyota Yaris warna Orange dari arah belakang dan berhenti di depan mobil tangki minyak CPO tersebut. 


Seketika itu Para Pelaku turun dari mobil menuju ke arah HN dan korban lainnya, terjadilah cekcok mulut antara Para Pelaku dengan Para korban.


Lalu terjadi penganiayaan dan penembakan terhadap para korban, yang berakibat ED, SA dan FI mengalami luka tembak, setelahnya Para Pelaku meninggalkan lokasi kejadian.


"Saat ini Tiga pelaku sudah kita amankan di Polres Musi Rawas, berikut barang bukti yaitu satu unit mobil Mitsubitshi Triton warna silver, satu unit mobil Toyota Yaris warna orange, satu buah tongkat bisbol, satu bilah pedang, satu pucuk senapan angin, satu pucuk senpi rakitan berwarna silver beserta dua butir amunisi 9 mm, dua butir proyektil" jelas Kapolres Mura.


Dijelaskan Kapolres, "untuk motif kejadian, dari keterangan yang didapat yaitu para pelaku merasa tersinggung, mobil tangki CPO yang dikawal mereka, dihadang oleh para korban, diduga adanya kepentingan terhadap pengurusan mobil tangki CPO di Pabrik PT SPA Desa Semeteh Kecamatan Muara Lakitan" jelas Kapolres.


Kapolres Menghimbau "Untuk Pelaku yang belum tertangkap agar segera menyerahkan diri, sebelum kami lakukan tindakan tegas, dan bagi yang masih menguasai senjata api rakitan tanpa izin legalitas yang sah, agar menyerahkan kepada Polsek terdekat, bagi yang secara sukarela menyerahkan, kami pastikan tidak akan ada tindakan hukum, namun apabila tertangkap maka, proses hukum akan kami tegakan sebagaimana aturan" imbau Kapolres.

Share:

Puncak Kemarau Diprediksi Juli-Agustus, Kapolres Musi Rawas Tegaskan Komitmen Cegah Karhutla


 

SUMSEL,PWO – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menggelar Dialog Publik Penguatan Internal Polri Tahun Anggaran 2026 di Mapolda Sumsel pada Selasa (19/5/2026). Kegiatan strategis ini dilaksanakan guna memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan seluruh elemen dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Dialog publik ini dihadiri langsung oleh Karopenmas Mabes Polri, Brigjen. Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K. Sementara itu, Kapolda Sumatera Selatan diwakili oleh Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.


Acara ini juga melibatkan unsur Pemerintah Provinsi Sumsel, TNI, perwakilan perusahaan di wilayah Sumsel, mahasiswa, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Sementara itu, seluruh jajaran Polres di bawah Polda Sumsel mengikuti rangkaian kegiatan secara virtual dari wilayah masing-masing.


Di tempat terpisah, Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres Kompol Azmi Halim Permana, S.I.K., M.A.P., bersama para Pejabat Utama (PJU) dan Kapolsek jajaran, mengikuti dialog tersebut secara virtual dari Gedung Pesat Gatra Polres Musi Rawas.


Tahun ini, Dialog Penguatan Internal Polri di wilayah hukum  Polda Sumatera Selatan tahun anggaran 2026 dengan mengusung tema *“Strategi Penanganan Kebakaran Hutan di Provinsi Sumatera Selatan: Kolaborasi dan Inovasi untuk Lingkungan yang Lebih Aman.”*


Mengingat Sumatera Selatan memiliki kawasan lahan gambut yang sangat luas, penanganan karhutla dinilai tidak bisa bertumpu pada satu instansi saja. Diperlukan komitmen bersama, koordinasi yang solid, serta pemanfaatan inovasi teknologi untuk melakukan langkah-langkah preventif (pencegahan) demi meminimalisir dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.


Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, menegaskan bahwa ancaman karhutla tahun ini tidak boleh diremehkan, terutama dengan adanya ancaman fenomena cuaca ekstrem "Godzilla El NiƱo". Fenomena ini memicu lonjakan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis, yang berdampak pada kemarau panjang, panas ekstrem, hingga krisis air bersih di Indonesia.


“Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026. Dampak utamanya adalah ancaman kebakaran hutan, kabut asap, gagal panen, hingga lonjakan kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Menghadapi kondisi ekstrem ini, kesiapan dan kolaborasi seluruh pihak mutlak diperlukan agar potensi karhutla bisa kita cegah sedini mungkin,” ujar AKBP Agung.


Lebih lanjut, Kapolres menyatakan bahwa strategi pencegahan harus menjadi prioritas utama sebelum api telanjur membesar. Upaya-upaya seperti edukasi terstruktur kepada masyarakat, patroli terpadu, deteksi dini titik api (*hotspot*), serta optimalisasi teknologi pemantauan akan terus ditingkatkan menjelang musim kemarau.


“Karhutla bukan sekadar urusan penegakan hukum, melainkan masalah kemanusiaan dan keselamatan lingkungan. Kami mengimbau keras kepada masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Dampaknya sangat merugikan luas, dan bagi pelaku yang melanggar, sanksi pidana tegas sudah menanti,” pungkasnya.

Share:

Monday, May 18, 2026

Gerak Cepat, Polres Musi Rawas Buru Pelaku Penembakan di Desa Semeteh


​MUSI RAWAS,PWO– Pasca tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan berat Polres Mura bersama Polsek Muara Lakitan bergerak cepat merespon kejadian di Dusun VI, Desa Semeteh, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.


Personil mendapat laporan masyarakat langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, meminta keterangan saksi saksi dan berkoordinasi dengan aparatur desa setempat untuk cipta kondisi kamtibmas.


Selanjutnya tim melakukan pengejaran terhadap beberapa pelaku yang melarikan diri.


​Peristiwa bermula saat dua unit mobil Mitsubishi Triton berwarna silver dan Toyota Yaris berwarna orange, yang dikendarai oleh terduga pelaku bernama JN bersama rekan-rekannya (dkk) tiba-tiba mendatangi kediaman korban.


​Sesampainya di lokasi, terduga pelaku JN langsung menantang dan memarahi korban. Ketegangan pun memuncak hingga terjadi perselisihan paham antara kedua belah pihak, situasi yang memanas tersebut berujung pada aksi pengeroyokan dan penganiayaan berat, di mana pelaku meletuskan senjata api rakitan (senpira) ke arah korban.


​Akibat insiden penembakan tersebut, dua orang warga Desa Semeteh diketahui menjadi korban yaitu

​ED (45) yang mengalami luka tembak serius di bagian leher sebelah kanan dan SA (30), mengalami luka tembak di bagian lengan sebelah kanan.


​Saat ini kedua korban sedang dalam perawatan medis di Puskesmas Muara Lakitan.


​Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta, menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak mentolelir aksi premanisme seperti ini.


Saat ini, Tim Opsnal Satreskrim Polres Murabbersama Polsek Muara Lakitan tengah melakukan pengejaran intensif terhadap JN dkk.


​"Kami sudah mengantongi identitas para pelaku dan kendaraan yang mereka gunakan. Anggota kami sudah di lapangan untuk melakukan pengejaran. 


Kami tegaskan tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Polres Musi Rawas. Kami juga mengimbau para pelaku untuk segera menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas dan terukur," ujar Kapolres


​Atas perbuatannya, para pelaku bakal dijerat dengan Pasal 262 KUHP dan atau Pasal 466 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan dan/atau penganiayaan berat.


​Situasi di Desa Semeteh saat ini dilaporkan  kondusif, namun petugas kepolisian tetap disiagakan di sekitar lokasi demi menjamin rasa aman masyarakat.


Ditegaskan Kapolres Mura, meminta pelaku menyerahkan diri sebelum dilakukan tindakan tegas kepolisian. Selain itu, aparatur desa dan warga untuk tidak mengambil tindakan lain memperkeruh suasana ataupun hal bertentangan hukum jika melihat atau mengetahui keberadaan para pelaku.


"Silahkan laporan ke call center 110 jika menemukan atau melihat pelaku ataupun menghubungi Kapolsek Muara Lakitan langsung,"pungkasnya.

 

Share:

Comments

Blog Archive