MUARA BELITI,PWO – Akses vital yang menghubungkan antar-kecamatan di Kabupaten Musi Rawas kini tampil lebih kokoh dan estetis. Melalui langkah proaktif *Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H.*, sebuah program revitalisasi Jembatan Dam Inpres di Desa Air Satan sukses dilaksanakan dengan berkolaborasi bersama *Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU-BM) Kab. Musi Rawas*.
Kegiatan ini merupakan pengejawantahan dari program *BELIDA (Bersih, Lingkungan, dan Asri)* yang diusung Polda Sumatera Selatan, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat infrastruktur daerah.
*Inisiasi Strategis demi Mobilitas Rakyat*
Kapolres Musi Rawas memimpin langsung jalannya perbaikan ini didampingi oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Musi Rawas, personel Polres, serta Polsek Muara Beliti. Kolaborasi dengan tenaga ahli dan dukungan teknis dari Dinas PU-BM Kab. Mura memastikan proses revitalisasi berjalan sesuai standar keamanan infrastruktur.
Jembatan Dam Inpres bukan sekadar struktur fisik; ia adalah nadi ekonomi bagi masyarakat. Jembatan ini menjadi penghubung strategis bagi tiga desa, yaitu: Desa Air Satan, Desa Air Lesing, Desa Ketuan Jaya
Selain itu, jembatan ini merupakan jalur alternatif krusial yang memperpendek jarak antara *Kecamatan Muara Beliti* dan *Kecamatan Tugumulyo*, sehingga revitalisasi ini berdampak langsung pada kelancaran arus barang dan jasa.
*Enam Tahap Transformasi Jembatan*
Proses revitalisasi yang diinisiasi oleh Kapolres ini dilakukan secara sistematis dalam kurun waktu dua minggu, meliputi enam tahapan utama:
1. *Tahap I (06 April 2026):*
> Inisiasi dimulai dengan pengecekan kerusakan secara menyeluruh, pembersihan area sekitar, serta pelepasan komponen jembatan yang sudah tidak layak.
2. *Tahap II (08 April 2026):*
> Penguatan struktur melalui pemasangan tulang tiang cor dengan metode pengelasan, pembuatan papan mal, serta pengecatan dasar pada besi dan tiang.
3.. *Tahap III (10 April 2026):*
> Pelaksanaan pengecoran tiang jembatan secara masif dan pengelasan besi utama untuk memastikan stabilitas beban.
4. *Tahap IV (12 April 2026):*
> Estetika dan perlindungan logam melalui pengecatan ulang seluruh badan jembatan.
5. *Tahap V (15 April 2026):*
> Peningkatan aspek keselamatan dengan penambahan pagar pembatas jalan menggunakan pipa besi yang diperkuat dengan cor dan las.
6. *Tahap VI (18 April 2026):*
> Finishing berupa pengecatan akhir pada pagar pembatas, memberikan tampilan yang segar dan rapi.
*Dampak Nyata bagi Masyarakat*
Melalui kolaborasi apik antara kepolisian dan dinas teknis terkait, Jembatan Dam Inpres kini kembali berfungsi optimal. Kapolres Musi Rawas berharap perbaikan ini tidak hanya memberikan rasa aman bagi pengguna jalan, tetapi juga menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi lokal melalui konektivitas wilayah yang lebih baik.
_"Revitalisasi ini adalah bukti bahwa Polri hadir tidak hanya untuk keamanan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan masyarakat," pungkas AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K, M.H.






